3 Kisah Menarik Bomber Haus Gol Timnas Indonesia U-16, Bagus Kahfi

Amiruddin Bagus Kahfi menjelma sebagai bomber haus gol Timnnas Indonesia U-16 di AFF U-16 2018. Dari lima pertandingan, ia berhasil menjaringkan 11 gol.

Berkat kegemilangan Bagus, Timnas Indonesia U-16 tanpa celah di babak penyisihan Grup A AFF U-16. Pasukan Fakhri Husaini ini sukses melibas lima partai dengan kemenangan.

Yang paling menarik dari kiprah Bagus selama di babak penyisihan adalah torehan gol yang tak pernah putus. Ia selalu mencetak gol pada setiap pertandingan Timnas Indonesia U-16 di Grup A.

Saat Timnas Indonesia U-16 menghajar Filipina delapan gol tanpa balas, Bagus dua kali mencatatkan namanya di papan skor. Ketajaman Bagus berlanjut saat memborong dua gol kemenangan berbanding satu Timnas Indonesia U-16 atas Myanmar.

Baca Juga: Mkhitaryan Siap Gabung Dortmund di Bursa Transfer Musim Dingin Ini

Bagus kembali berkontribusi besar pada kemenangan 4-2 Timnas Indonesia U-16 atas Vietnam. Dua gol berhasil ia lesakkan.

Insting gol Bagus semakin membara kala membukukan hattrick ke gawang Kamboja. Pada partai terakhir Grup A itu, Timnas Indonesia U-16 menang telak 4-0.

Pecahkan Rekor Gol

Bagus Kahfi memecahkan rekor gol dalam suatu gelaran AFF U-16. Hingga penyisihan grup rampung, Penyerang berusia 16 tahun telah membukukan 11 gol.

Sebelumnya, rekor gol terbanyak pada AFF U-16 dipegang oleh dua pemain Australia, Marc Moric dan John Robert. Keduanya sama-sama mencetak delapan gol pada edisi 2015 dan 2016 lalu.

Bagus masih berpeluang untuk menambah pundi-pundi golnya karena Timnas Indonesia U-16 bakal bertanding di semifinal AFF U-16.

Revolusi Posisi

Usut punya usut, posisi asli Bagus bukanlah penyerang. Awalnya, pemain kelahiran Magelang, Jawa Tengah itu merupakan seorang bek.

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini merupakan orang yang berjasa besar atas perubahan posisi Bagus. Cerita bermula ketika Bagus dan saudara kembarnya, Bagas Kaffa, tengah mengikuti seleksi bersama Timnas Indonesia U-16. Fakhri yang terkecoh dengan wajah keduanya, menempatkan Bagus sebagai penyerang dan Bagus menjadi bek kanan.

Padahal aslinya, Bagas yang berposisi sebagai tukang gedor, bukan Bagus.

Kesalahan Fakhri dalam menempatkan posisi dua saudara kembar itu malah berbuah keuntungan. Saat ini, keduanya adalah yang terbaik di posnya masing-masing

Alumni Timnas Indonesia U-13

Sebelum naik kasta ke Timnas Indonesia U-16, Bagas bersama Bagus pernah merasakan manisnya berseragam Timnas level U-13. Keduanya berhasil mengoleksi berbagai gelar.

Sebelum berbaju Timnas Indonesia U-16, Bagus ternyata pernah meraih gelar top scorer. Tepatnya pada turnamen Arema pada 2016 lalu.

Untuk menjadi sukses di usia muda, Bagus pernah berkelana di beberapa sekolah sepak bola. Di antaranya SSB Gelora Putra Deltras (Sidoarjo), SSB Blue Eagle (Jakarta), SSB Undip (Semarang), SB Putra Kalimantan Tengah.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Liputan6.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *