4 Bintang Liga Italia yang Makin Bersinar Musim Ini

Liga Italia musim 2017-2018 telah berjalan 16 pekan. Banyak hal terjadi di luar dugaan. Misalnya, Inter Milan yang menduduki puncak klasemen dan belum terkalahkan.

Lalu ada Napoli yang juga tampil impresif dan bercokol di peringkat kedua klasemen Liga Italia. Sedangkan Juventus yang harus bersusah payah menjaga peluang untuk mempertahankan gelar juara.

Tak ketinggalan, ada AC Milan yang tampil jauh di bawah harapan. Meski sudah menggelontorkan banyak uang untuk membeli pemain baru, nyatanya mereka tetap tak mampu bersaing di papan atas. Sampai sejauh ini, mereka masih terpaku di peringkat tujuh klasemen dengan 24 poin, terpaut 11 poin dari AS Roma di peringkat empat.

Di luar performa klub, hal menarik lainnya yang perlu disimak adalah kiprah para pemain. Ada pemain tua yang masih menunjukkan penampilan yang atraktif. Ada pemain muda yang mulai mengorbit dan ada bintang meredup. Ada pula pemain yang semakin bersinar dari musim sebelumnya.

Untuk kategori yang disebutkan terakhir ini, Liputan6.com merangkum empat di antaranya yang paling menonjol penampilannya di Liga Italia musim ini. Berikut daftarnya:

1. Diego Perotti

Musim lalu, penampilan bintang AS Roma Diego Perotti kurang greget saat masih dilatih Luciano Spalletti. Dari 45 penampilan, termasuk tujuh di antaranya di Liga Europa, Perotti hanya mencetak 10 gol dan 10 assist. Performanya itu tidak cukup baik untuk memuaskan para pendukungnya waktu itu.

Namun musim ini, yang merupakan musim ketiganya bersama I Giallorossi, Perotti seakan membayar kekurangannya di musim lalu. Winger Argentina itu kerap menjadi penentu kemenangan dalam laga-laga penting.

Antara lain saat AS Roma mengalahkan Qarabag di laga terakhir babak penyisihan grup Liga Champions. Dia menjadi pencetak gol tunggal dalam pertandingan itu, yang akhirnya mengantarkan AS Roma finis sebagai juara grup.

Penampilan terbaik lainnya ditunjukkan Perotti dalam derby ibukota melawan Lazio pada pekan ke-13 Liga Italia, 18 November lalu. Selain mencetak satu gol, pemain 29 tahun itu juga menyumbang assist bagi gol Radja Nainggolan. AS Roma menang 2-1 dalam laga itu.

“Saya terus berkembang dalam tim ini, tidak seperti musim lalu. Saya tidak akan bilang apa yang saya alami musim lalu adalah kesalahan Spalletti. Itu hanya perkara pilihan yang ia buat,” ujar mantan pemain Sevilla itu, belum lama ini.

2. Sergei Milinkovic-Savic

Gelandang jangkung Lazio Sergej Milinkovic-Savic semakin menunjukkan penampilan yang impresif dari musim ke musim. Musim ini, ia semakin rajin menyumbang gol. Dalam 18 penampilan di Liga Italia dan Liga Europa, pemain 22 tahun itu sudah mencetak lima gol serta menyumbang dua assist.

Tak ayal, klub-klub kaya semakin geregetan ingin cepat-cepat membajak Milinkovic-Savic dari Lazio. Contohnya, Manchester United (MU). Setan Merah menjadikan pemain Serbia itu sebagai target utama mereka di bursa transfer Januari nanti. Musim panas lalu, MU sudah menawar sebesar 70 juta euro namun ditolak oleh Lazio.

Adapun Milinkovic-Savic direkrut Lazio dari Genk di bursa transfer musim panas 2015 dengan harga 18 juta euro. Sejak saat itu, ia selalu menjadi pilihan utama pelatih Simone Inzaghi di pos lini tengah I Biancoceleste.

3. Matias Vecino

Matias Vecino bergabung dengan Inter Milan di bursa transfer musim panas lalu. Ia direkrut seharga 24 juta euro dari Fiorentina, tak lama setelah I Nerazzuri mendatangkan rekannya Borja Valero. Vecino merupakan pemain termahal yang direkrut Inter.

Awalnya, fans Inter Milan sempat ragu dengan kebijakan belanja klub kesayangannya. Tidak ada nama besar yang direkrut. Namun, keraguan itu dijawab oleh Vecino.

Meski bukan pemain tenar, Vecino sanggup memenuhi kepercayaan pelatih Luciano Spalletti. Ia selalu diturunkan sebagai starter sejak awal musim ini. Hanya sekali ia tak main, yakni di pertandingan terakhir melawan Chievo di pekan ke-15 karena cedera.

Vecino memang belum banyak memberi kontribusi berupa gol atau assist. Dalam 16 penampilan, ia baru menyumbang satu gol dan dua assist. Namun kehadirannya di lini tengah Inter membuat permainan juara Serie A 18 kali itu menjadi seimbang.

4. Paulo Dybala

Paulo Dybala memang tengah menurun performanya dalam dua bulan belakangan. Produksi golnya di kancah Serie A mandek di angka 12 sejak 19 November lalu. Terakhir kali ia menciptakan gol saat Juventus kalah 2-3 dari Sampdoria di pekan ke-13. Dikabarkan, menurunnya performa Dybala disebabkan karena masalah percintaan.

Akan tetapi, penampilan Dybala secara keseluruhan musim ini masih jauh lebih baik dibanding dua musim sebelumnya. Total ia sudah mencetak 14 gol dalam 23 penampilan di semua kompetisi. Sejak dibeli dari Palermo tahun 2015 seharga 40 juta euro, belum pernah pemain 24 tahun itu sesubur musim ini.

Baru-baru ini, atas performanya yang tengah menurun, banyak pihak yang memberi saran kepada Dybala. Salah satunya legenda Juventus yang kini menjabat wakil presiden klub, Pavel Nedved.

Nedved bilang kalau Dybala perlu lebih berkorban di dalam kehidupan pribadi dan di lapangan agar bisa mencapai potensi tertingginya. Mantan bintang Juventus itu menyampaikan komentarnya usai beredar kabar bahwa performa Dybala menurun karena bermasalah dalam urusan asmara.

“Dia masih 24 tahun. Wajar baginya kalau penampilannya naik turun. Dia tahu bahwa dia punya klub yang berada di belakangnya. Kami bisa senantiasa berbicara dan mendukungnya bila dia perlu,” ujar Nedved.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Liputan6.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *