Boikot Bertambah Mendekati Pembukaan, Piala Dunia 2018 Batal?

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, seperti yang dikutip News.com.au pada Selasa, 27 Maret 2018, mengatakan mereka sedang mempertimbangkan melakukan sanksi lebih jauh kepada Rusia, termasuk melakukan boikot terhadap Piala Dunia 2018.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah pemerintah Australia mengumumkan pengusiran dua diplomat Rusia atas tuduhan mata-mata.

Sedangkan Federasi Sepak Bola Australia, seperti dikutip Reuters, menyatakan sejauh ini, mereka tetap pada rencananya memberangkatkan timnya ke Rusia.

“Ketika semuanya berjalan, semua tim yang memenuhi syarat, termasuk tim Inggris, akan mengambil bagian dalam acara FIFA ini dan itu terus menjadi niat kami,” kata Federasi Sepakbola Australia dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email.

Baca Juga: Hasil Lengkap UEFA Nations League, Dua Negara Dipastikan Degradasi

Sebelumnya, Inggris, Polandia, Islandia, Denmark, Swedia, Austria, dan Jepang sudah menyatakan boikot terhadap Piala Dunia 2018.

Tindakan itu sebagai reaksi percobaan pembunuhan terhadap mantan agen mata-mata ganda –Rusia dan kemudian Inggris-, Sergei Skripa dan putrinya, Yulia, di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret 2018.

Rusia diduga berada di balik percobaan pembunuhan tersebut. Meski, pemerintah Rusia sudah membantahnya, aksi pernyataan boikot terus berkembang.

Ide untuk memboikot Piala Dunia 2018 di Rusia ini sudah terjadi sejak 2014. Empat tahun lalu itu, dorongan boikot dan pemindahan negara tuan rumah muncul setelah beredar tudingan Rusia turut bertanggung jawab atas jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina Timur oleh pasukan separatis pro-Rusia.

Saat itu, badan sepak bola dunia, yaitu Federation Internationale de Football Association (FIFA), menolak dorongan memboikot pelaksanaan Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Sejarah menunjukkan boikot pada acara olahraga, kebijakan isolasi, atau konfrontasi bukan cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah,” kata FIFA.

FIFA mengklaim sangat menyesal atas segala bentuk kekerasan. Organisasi ini juga berjanji akan terus mempromosikan dialog, pemahaman, dan perdamaian di dunia dalam segala acara sepak bola internasional yang diselenggarakan.

Menurut FIFA, sepak bola terutama penyelenggaraan Piala Dunia menjadi sorotan internasional karena kerap menghadirkan perubahan positif. Tetapi, menurut mereka, sepak bola bukanlah solusi atas seluruh masalah, terutama yang berkaitan dengan politik dan dunia.

“Kita telah melihat Piala Dunia FIFA menjadi kekuatan untuk kebaikan. FIFA percaya itu akan terjadi juga di Piala Dunia 2018 di Rusia,” kata FIFA.

Dorongan boikot dikabarkan atas peran dua senator Amerika Serikat, anggota kabinet bayang Inggris, dan media di Eropa Barat.

Akan tetapi pernyataan keras justru telah disampaikan Asosiasi Sepak Bola Belanda yang menunda keputusan partisipasi di kualifikasi Piala Dunia 2018 hingga akhir masa berkabung nasional.

Belanda merasa sangat terpukul karena dua pertiga dari 298 penumpang MH17 adalah warga negaranya. Pesawat perjalanan Amsterdam menuju Kuala Lumpur ini diduga jatuh akibat rudal darat ke udara milik tentara separatis Ukraina.

Gejolak di negara itu muncul setelah sejumlah warganya memilih untuk bergabung dengan Rusia pascapenggulingan Presiden Ukraina pro-Rusia, Viktor Yanukovych. Rusia sendiri membantah semua tuduhan keterlibatannya dalam peristiwa MH17.

Kremlin sendiri baru saja mendapat pujian positif atas penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Februari tahun itu. Akan tetapi prestasi ini langsung tertutup akibat peristiwa MH17. Salah satu langkah yang diambil Kremlin telah dinyatakan Presiden Vladimir Putin yang akan membebaskan syarat visa bagi penonton dan peserta asing.

Belanda akhirnya gagal lolos ke Piala Dunia 2018 karena kalah bersaing dengan tim lainnya dalam kualifikasi Zona Eropa

Mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, tidak setuju dengan pemboikotan Piala Dunia 2018. Menurutnya, sepak bola adalah sebuah olah raga yang jauh dari panggung politik. Sepak bola merupakan olah raga cerminan perdamaian.

“Sepak bola memiliki hingga 2 miliar pengikut. Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia adalah acara olah raga paling penting di dunia,” kata Blatter, dikutip dari The Sun.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Tempo.co

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *