Daerah Ini Kebanjiran Kompetisi Usia Dini

Bagi SSB yang merasa minim jam terbang jangan khawatir. Sepanjang tahun 2017 ini, Maluku Utara bakal menggelar banyak kompetisi usia dini. Mulai dari usia 9 tahun hingga 14 tahun bakal digelar di Malut, terhitung mulai awal April ini hingga Agustus mendatang.

Ya, kompetisi sepak bola usia dini tersebut diprakarsai langsung oleh pemerintah pusat, melalui Kemonpora.

Menpora menggulirkan program pembinaan pemain usia dini dengan menggelar sejumlah kompetisi berjenjang. Melalui Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi), akan diputar semua kompetisi berjenjang itu di masing-masing daerah.

Di Maluku Utara telah dibentuk Blispi Korwil Malut yang akan menghendel kompetisi tersebut, mulai dari putaran kabupaten/kota hingga putaran seri porovinsi.

Blispi korwil Malut, Ismid Abdullatif mengatakan ada sedikitnya tiga kategori kompetisi usia dini yang akan digelar, yakni Usia 14 tahun, usia 11 tahun dan usia 9 tahun. Untuk yang pertama, sesuai regulasi yang didapat saat mengikuti workshop di Jakarta beberapa waktu lalu, telah diputuskan akan diputaran perseri, yakni seri kabupaten/kota, seri provinsi dan yang menjadi juara di tingkat provinsi akan menuju seri nasional.

“Semua jadwal sudah diputskan, jadi untuk usia 14 tahun seri pertama di tingkat kabupaten/kota, baru dilanjutkan di tingkat provinsi,” kata Ismid, Jumat (28/4) seperti dilansir Malut Post (Jawa Pos Group).

Ismid mengungkapkan di kategori usia 14 tahun tersebut baru dua kabupaten/kota yang sudah menyelesaikan seri perdana itu, yakni Tidore Kepulauan dan Kabupaten Kepulauan Sula, sedangkan sisahnya belum diputar. Ismid mengatakan, jadwal seri pertama itu dimulai pada 30 April sampai 31 Juli, kemudian seri provinsi pada tanggal 5-27 Agustus dan seri nasional akan dihelat pada 3-9 September 2017.

Oleh karena itu, sebagai penanggung jawab di wilayah Malut Ismid akan menyampaikan surat pemberitahuan agar segera melaksanakan putaran pertama di tingkat kabupaten/kota sebelum masa waktu yang ditentukan itu selesai. “Kami akan menyurat di kabupaten/kota yang belum bemnyelesaikan putaran pertama agar segera mungkin dilaksanakannya,” ujar Ismid.

Sementara dua kategori lainnya (u-9 dan u-11) akan diputar sekaligus di tingkat provinsi. Di kategori ini, pesertanya adalah semua SSB maupun pelajar di tingkat SD.

“Untuk kategori ini tidak mewakili kabupaten/kota, tapi dari SSB maupun SD. Kompetisi ini juga berjenajng, bagi juara di tingkat provinsi akan bertandang ke tingkat nasional,” terang Ismid.

Ismid mengatkaan, kompetisi yang digelar tersebut memiliki tujuan dan target yang cukup jelas, terlebih usia 14 tahun.

Menurut Ismid, program tersebut merupakan prosepek yang baik bagi pemerintah untuk mengembangkan persepakbolaan usia dini. Ia mengatakan, juara dari masing-masing provinsi yang tampil di tingkat nasional akan diseleksi dua pemain untuk diproyeksikan ke timnas.

“Jadi dari 34 provinsi akan diambil dua pemain untuk dibina, kemudian diproyeksikan ke timnas. Ini program pemerintah agar pemain-pemain timnas bisa tersebar dari berbagai daerah di Indonesia dan memiliki kualitas yang cukup baik melalui proses pembinaan,” ungkapnya.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : JPNN.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *