Dahsyatnya Ledakan Antoine Griezmann

Griezmann mengirimkan sinyal bahaya kepada para rival lewat produktivitas golnya yang menggila.

Sempat majal di awal musim, Antoine Griezmann tiba-tiba meledak belakangan ini.

Selepas mengemas hat-trick dalam kemenangan 5-2 atas Sevilla akhir pekan lalu, Griezmann lantas membikin quat-trick untuk menyuplai seluruh gol kemenangan 4-0 Atletico Madrid atas Leganes, Kamis (1/3) dini hari WIB.

Dari yang cuma mencetak tujuh gol di paruh pertama musim, penyerang Prancis itu malah sanggup menorehkan jumlah gol yang sama hanya dalam dua partai terakhir!

Baca Juga: Cillessen Bawa Kabar Baik untuk Barcelona soal De Ligt dan De Jong

Kontrasnya performa Griezmann tersebut tentu saja menggembirakan, tapi di satu sisi juga memicu tanda tanya, mengapa penyerang berjuluk Le Petit Diable alias Si Setan Kecil itu baru moncer akhir-akhir ini. Pelatih Diego Simeone punya jawabannya.

Menurutnya, hadirnya Diego Costa sejak Januari lalu membuat Griezmann menemukan partner yang pas. Sebelum Costa tiba, Simeone kerap bongkar pasang untuk mencari pendamping Griezmann di lini depan, mulai dari Kevin Gameiro, Fernando Torres, hingga Luciano Vietto yang hasilnya tidak sesuai harapan. Beberapa kali Griezmann juga sempat dipasang sebagai striker tunggal.

“Kehadiran Costa tidak hanya meningkatkan level Greizmann, tetapi juga tim,” ujar Simeone. Dalam laga kontra Leganes, Costa menyumbang satu assist untuk Griezmann. Dengan segala determinasi dan naluri tajamnya, Costa mengembalikan Griezmann ke fitrahnya sebagai mesin gol Atletico.

Sambil tetap mengapresiasi Costa, tak bisa dimungkiri bahwa Griezmann adalah sang bintang utama. Ia begitu komplet sebagai penyerang, yang tercermin dari proses keempat golnya kontra Leganes: situasi satu lawan satu, tendangan bebas, tandukan, dan tembakan voli.

Torehan quat-trick itu membuat Griezmann menyentuh tiga digit gol untuk Los Rojiblancostepatnya 103 gol. Bintang berusia 26 itu pun layak disejajarkan dengan para legenda Atletico lain. Barangkali tinggal menunggu waktu bagi dirinya untuk melewati rekor Luis Aragones (173 gol).

Meski demikian, ada satu syarat penting yang harus ditempuh Griezmann untuk bisa mencapai status topskor sepanjang masa Atletico: ia harus bertahan di Wanda Metropolitano. Seperti diketahui, Barcelona dan Manchester United sudah sejak lama mendambakan tenaganya dan hingga kini tidak ada tanda-tanda ketertarikan itu bakal surut.

Terlepas dari masa depannya yang masih buram, penampilan on fire Griezmann dalam empat hari terakhir ini layak dibaca sebagai peringatan untuk tim-tim rival. Seiring konsistensi yang ditunjukkan Atletico dan Griezmann, Barcelona bisa saja lengser dari puncak klasemen La Liga apabila tidak berhati-hati di sisa musim. Adapun Real Madrid hampir pasti mereka kangkangi.

Atletico memang sudah tersisih dari Copa del Rey dan Liga Champions akibat performa Griezmann yang ketika itu masih megap-megap. Kini, berhubung yang dinanti telah kembali bersinar, tidak ada kata terlambat bagi Griezmann. Sisa 12 partai La Liga dan pentas Liga Europa bisa menjadi panggung penebusan bagi Si Setan Kecil.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Goal.com ID

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *