David Vs Goliath dan Duel Kepagian Duo Inggris

AS Roma akan melakoni laga berat pekan ini. AS Roma akan menghadapi Barcelona di Camp Nou di leg pertama perempatfinal Liga Champions, Kamis dinihari 5 April 2018.

Duel kedua tim bisa dianggap seperti pertarungan David Vs Goliath. Di mana Roma yang tidak diunggulkan, harus melawan raksasa seperti Barcelona.

Selain kalah kualitas tim, AS Roma juga punya memori kelam di Camp Nou. Mereka pernah digulung Barcelona 1-6 di fase grup Liga Champions 2016.

Dilansir Soccerway, Barcelona juga punya rekor mengerikan di kandang di Liga Champions. Mereka tidak terkalahkan di 25 laga kandang terakhir di Liga Champions (23 menang, 2 imbang).

Barcelona terakhir kali kalah di Camp Nou di ajang Liga Champions, terjadi pada 2 Mei 2013. Saat itu, Barcelona digulung Bayern Munich di semifinal.

Namun, sejak laga itu, Barcelona tidak terkalahkan di kandang. Rekor inilah yang coba diakhiri AS Roma saat bertandang ke Camp Nou, tengah pekan ini.

Striker Roma, Stephan El Shaarawy Tidak memungkiri, bermain di Camp Nou akan menjadi laga yang sulit, dia tak mau patah arang dengan prediksi banyak orang.

“Kami tahu akan sangat sulit melawan Barcelona di Camp Nou, tetapi kami tidak akan menyerah,” kata El Shaarawy seperti dilansir laman resmi uefa.

“Kami harus berusaha menunjukkan semangat kami, bekerja keras dan memanfaatkan setiap peluang yang kami dapatkan,” lanjut pemain berusia 25 tahun itu.

Menurutnya, hasil positif di Camp Nou bisa menjadi modal bagus bagi AS Roma saat menjamu Barcelona di Olimpico di leg kedua, dua pekan mendatang.

“Tidak ada yang tak mungkin selama 90 menit. Kami harus mencoba mendapatkan hasil yang bagus di kandang Barcelona,”  tegas pemain berdarah Mesir itu.

Harapan besar juga diusung Presiden Roma, James Pallotta. Dia menegaskan pasukannya tak takut sama sekali melawan Lionel Messi dan kawan-kawan di Camp Nou.

Pallotta sendiri mengakui Barcelona adalah tim yang hebat. Meski begitu, Roma tidak akan takut dan bakal memberikan perlawanan sengit kepada Barcelona.

“Saya cukup percaya diri kami bisa memberikan perlawanan kepada Barcelona. Jelas mereka adalah tim hebat dengan talenta luar biasa, bukan sekadar Lionel Messi seorang,” katanya dilansir Football Italia.

“Mereka bisa melawan siapapun, mereka hanya harus bermain 90 menit dan kami tak boleh membiarkan Barcelona mengambil keuntungan dari kesalahan apa pun. Saya pikir anak-anak siap tempur,” tegasnya.

Sementara itu, meski diunggulkan, Barca enggan menganggap remeh AS Roma. Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, mengakui timnya wajib mewaspadi permainan AS Roma.

Valverde belajar dari laga Chelsea vs AS Roma. Musim ini, Roma mampu mencetak tiga gol saat bermain ke Stamford Bridge. Sedangkan Barcelona hanya mencetak satu gol.

“Roma? Saya tidak percaya jika orang mengatakan bahwa mereka adalah tim yang mudah di perempatfinal Liga Champions,” kata Valverde dilansir Football Espana.

“Mereka memiliki banyak pemain hebat. Anda harus melihat saat mereka bermain di Stamford Bridge. Di mana mereka mencetak tiga gol dan kami hanya satu gol,” tambah Valverde.

Di babak penyisihan Roma dan Chelsea berada dalam satu Grup C. Roma lolos ke babak 16 besar dengan menjadi juara grup, sedangkan Chelsea di posisi kedua dengan nilai mereka sama 11 poin.

Kemudian di babak 16 besar, Barcelona berhasil menyingkirkan Chelsea dengan agregat 4-1. Sedangkan Roma mengalahkan Shakhtar Donetsk di babak 16 besar.

Liverpool Vs Machester City: Duel Kepagian Duo Inggris

Selain Barcelona melawan AS Roma, ada duel sengit lainnya di leg pertama perempatfinal. Liverpool akan menjamu Manchester City di Anfield.

ManCity menjadi pihak yang diunggulkan di laga ini. Pasalnya, ManCity pernah menggulung Liverpool 5-0 di Etihad Stadium di Premier League, 9 September 2017.

Namun, ManCity tidak bisa menganggap remeh Liverpool. Sebab The Reds juga pernah membuat ManCity bertekuk lutut musim ini di Premier League.

Liverpool menjadi satu-satunya tim yang bisa menaklukkan ManCity di Premier League musim ini. Yaitu saat menang 4-3 di Anfield pada 14 Januari 2018 lalu.

Manajer ManCity, Josep Guardiola mengakui, Liverpool merupakan lawan dengan permainan yang bikin rumit dan menyulitkan pasukannya.

“Cara Liverpool bermain sangat rumit bagi kami. Kami memahami itu. Mereka sangat cepat, mereka sangat tangguh,” kata Guardiola, seperti dilansir Sky Sports.

“Tetapi, ini perempatfinal Liga Champions, jadi kami memang tidak mengharapkan laga ini akan berjalan mudah,” sambungnya.

Dan menghadapi Liverpool, Guardiola mengakui, timnya memiliki pekerjaan rumah yang berat untuk menghentikan trio pemain depan Liverpool. Mereka adalah Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah.

“Bukan hanya soal Salah. Mane, dan Firminho, ketiganya mereka hampir tidak bisa dihentikan. Mereka fantastis,” kata Guardiola.

“Kami sedikit kehilangan kendali (di pertemuan terakhir), kami terbawa suasana di Anfield. Cara bermain Liverpool, sangat menyulitkan kami. Kami tahu mereka sangat cepat, bagus, dan sulit,” tambah mantan pelatih Barcelona ini.

Mantan pelatih Barcelona ini menambahkan, laga nanti menjadi usaha ManCity mengalahkan dirinya sendiri. Guardiola juga menyatakan, ManCity sudah siap tempur.

“Kami bertanding dengan diri kami sendiri, dengan menyebut bahwa itu (lolos ke fase berikutnya di Liga Champions) target kami dan kami harus melewatinya,” ujarnya.

“Jika kami mampu, kami akan menembus semifinal. Jika kami tidak mampu, kami siap mengucapkan selamat pada Liverpool dan musim depan kami berjanji untuk kembali lebih kuat,” tutur pelatih asal Spanyol ini.

Sementara itu, Manajer Liverpool, Juergen Klopp sadar ManCity lebih diunggulkan. namun Klopp menjanjikan akan ada kejutan di laga nanti.

“Meski mereka lebih difavoritkan, Kami melihat peluang kami, tetapi mungkin akan sangat sulit. Ini tentang taktik, akan ada percikan di laga nanti,” ujar Klopp dilansir dari liverpooloffside.

Klopp menjelaskan, gengsi antara kedua tim akan menjadi tontonan yang sangat menarik. Mungkin, di Premier League ManCity melaju kencang, tapi di pentas Liga Champions, akan selalu ada kejutan.

“Laga di Anfield jadi suasana yang baik untuk ditonton. Apapun bisa terjadi di pentas Liga Champions,” ungkap manajer asal Jerman tersebut.

“Saya tahu para pemain kami telah bermain cukup baik. Masih ada waktu untuk mempersiapkan semuanya,” tambah Klopp.

Menghadapi ManCity, Liverpool diprediksi akan mengandalkan Mohamed Salah yang terus tampil impresif. Namun Klopp menegaskan, enggan membebani Salah.

“Mungkin (jadi penentu kemenangan Liverpool), tetapi saya kira itu bukan beban yang seharusnya,” jelas Klopp, seperti dikutip dari Goal International.

“Itu memang tanggung jawab, jelas. Tapi tidak ada yang berkata padanya ‘jika anda tidak mencetak gol, kita tidak bisa menang’,” lanjut Klopp.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : VivaNews.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *