Banggar Pangkas Subsidi Pupuk Rp 3,26 Triliun

DetikSport Jakarta – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui subsidi nonmigas dalam R-APBN 2017 hanya sebesar Rp 79,4 triliun, dari usulan semula Rp 82,7 triliun, yang terdiri dari subsidi pangan, benih, pupuk, PSO, bunga kredit program, dan pajak. Penetapan subsidi nonmigas sebesar Rp 79,4 triliun ini seiring dengan pemangkasan terhadap subsidi pupuk sebesar Rp 3,26 triliun, atau setara volume 1 juta ton, dikarenakan pelaksanaan tahun lalu yang dinilai tidak tepat sasaran. Ketua Banggar Kahar Mudzakir mengatakan, pemerintah dalam R-APBN 2017 mengajukan subsidi pupuk sebesar Rp 31,2 triliun untuk volume pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton. Namun, parlemen masih ingin melihat rencana detail pendistribusian subsidi pupuk tersebut. “Intinya agar sasaran tepat. Kita minta pemerintah menyiapakan pendataan. Sambil tunggu itu, kita beri subsidi sementara dari 9,55 juta ton jadi 8,5 juta ton. Sisanya (1 juta ton) dicadangkan (untuk APBN-P 2017),” kata Kahar Mudzakir, di Jakarta, Rabu (12/10). Kahar mengatakan, 1 juta ton tersebut masih bisa diterima pemerintah asalkan data mengenai petani yang membutuhkan subsidi itu jelas. Pencairan anggaran tersebut bisa dimasukkan dalam APBN-P di 2017. Oleh karena subsidi pupuk ini dianggarkan untuk 2017, maka menurutnya masih ada waktu bagi pemerintah untuk menyiapkan data yang lengkap, mengenai berapa jumlah petani yang membutuhkan subsidi pupuk. “Yang 1 juta ton itu kita cadangkan dan hanya bisa dirilis pemerintah apabila sudah ada data petani yang akan disubsidi. Ada cukup waktu untuk mendata,” kata dia. Dia mengatakan, subsidi pupuk seharusnya tepat sasaran. Selama ini subsidi pupuk terus membengkak. Namun, di sisi lain lahan untuk pertanian semakin menyusut. “Seingat saya sejak zaman muda sawahnya berkurang karena dijadikan properti, jalan,” kata dia. Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, pemerintah akan mempertajam data penerima subsidi pupuk tersebut. Penajaman data penerima subsidi ini akan dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). Askolani mengatakan, jika kebutuhan subsidi pupuk mengalami peningkatan maka untuk mengeluarkan subsidi cadangan tersebut akan disampaikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. “Kita cadangkan dalam penetapan APBN 2017 tapi kita minta Pertanian pertajam alokasinya. Kemudian kalau dibutuhkan naik kembali 9,5 juta ton harus disampaikan APBN-P. Bahwa alokasi 1 juta ton betul-betul dibutuhkan,” kata dia. Subsidi Nonenergi Selain itu, rapat Banggar kemarin juga menyetujui subsidi nonenergi untuk benih dalam R-APBN 2017 sebesar Rp 1,3 triliun dengan volume benih bersubsidi 116.500 ton, meliputi subsidi padi dan kedelai. “Untuk subsidi benih, apakah ada yang mau mengomentari. Jika tidak, ini kita setujui ya,” kata Kahar. Sedangkan untuk subsidi pangan disepakati senilai Rp 19,8 triliun dalam R-APBN 2017. Besarnya subsidi pangan ini digunakan untuk meningkatkan akurasi sasaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan didukung akuntabilitas pengelolaan dan alokasi anggaran dengan parameter RTS 14,3 juta dan harga jual Rp 1.600/kg. “Kebijakan subsidi pangan untuk mengarahkan akurasi sasaran RTS, dengan didukung akuntabilitas pengelolaan dan alokasi anggaran dengan parameter RTS 14,3 juta dan harga jual Rp 1.600/kg,” tambah Kahar. Yosi Winosa/NAS Investor Daily

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait