Blusukan ke Pejaten Timur, Ahok Imbau Warga Rajin Vaksin dan Periksa Gigi

DetikSport Jakarta – Ketika blusukan ke Gang Langgar II, Jalan Raya Tanjung Barat, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, selain menjanjikan akan membebaskan kawasan tersebut dari banjir, Calon Gubernur (Cagub) DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga meminta warga setempat secara rutin melakukan vaksin dan periksa gigi anak-anak mereka. “Dulu sini enggak pernah banjir. Tapi karena ada robohan kayu-kayu, jadi banjir. Makanya saya ke sini mau lihat bagaimana cara kerjanya untuk mengatasi banjir di sini. Karena terlalu padat, alat berat tidak mungkin masuk. Juga kita mau lihatin ke masyarakat untuk rajin vaksin dan periksa gigi,” kata Ahok, Kamis (3/11). Alasannya mendorong warga rutin memberikan vaksin kepada anaknya, berdasarkan pengalamannya waktu anak-anak, ada temannya yang dari SD sampai SMA sangat cerdas. Lalu tiba-tiba mengalami sakit yang menyebabkan temannya meninggal dunia. Ternyata setelah diselidiki, waktu kecil temannya tidak diberikan vaksin secara lengkap. “Waktu itu saya yang alamin. Ada anak sekolah, teman kita dari SD sampai SMA pinter banget. Lalu tiba-tiba dia sakit enggak ketolongan. Itu karena waktu kecil nggak ada vaksin. Kalau kita bicara sumber daya manusia, orang Jakarta lahir begitu banyak, kalau enggak sehat nanti pas SMA atau kerja sakit kan kasihan. Apalagi sudah jadi bapak atau itu. Makanya kita mau dorong,” ujarnya. Saat ini, lanjutnya, ketika ia masih menjabat sebagai Gubernur DKI sebelum cuti kampanye, ia sudah memaksa warga untuk memberikan vaksin lengkap kepada anak-anaknya. “Ini sih sudah cukup berhasil, karena kita paksa kan. Kalau kamu enggak ada sertifikan vaksin, maka kamu juga enggak boleh sekolah,” paparnya. Tidak hanya memberikan vaksin yang penting, Ahok juga menemukan peranan gigi terhadap kesehatan juga penting. Karena salah satu penyakit yang mengganggu saraf adalah gigi yang tidak sehat. “Jadi kita harapkan kedepan, anak-anak sekolah itu harus periksa giginya. Sehingga gigi susunya, dari kecil, sarafnya sudah kita deteksi. Karena kan ada gigi tumbuhnya salah, atau kedorong, itu mempengaruhi bisa saraf mata, pikiran. Nah ini bisa lakukan,” terangnya. Pemeriksaan gigi sudah ditanggung di Puskesmas Kecamatan yang tersebar di 44 kecamatan seluruh wilayah DKI Jakarta. “Kita tanggung di Puskesmas. Biayanya kita tanggung. Puskesmas kita sekarang alat pemeriksaan giginya sudah bagus,” tegasnya. Lenny Tristia Tambun/CAH BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait