Bukan Keajaiban, Ini Cara 300 Orang Penumpang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat di Dubai

DetikSport Dubai – Pesawat milik Emirates dengan nomor penerbangan EK521 dari Thiruvananthapuram, India mengalami kecelakaan saat mendarat di Dubai International Airport pada hari Rabu (3/8) pukul 12.45 waktu setempat. Semua 300 orang (282 penumpang dan 18 awak pesawat) berhasil selamat meskipun separuh atas pesawat hangus terbakar hingga sebagian pesawat menganga. Mesin pesawat juga disebut meledak. Seorang saksi penumpang mengatakan bahwa roda pesawat gagal terbuka. Namun, ada juga kemungkinan kecelakaan diakibatkan perubahan kecepatan dan arah angin ( wind shear ). Apapun penyebabnya, semua penumpang berhasil keluar selamat. Hanya ada satu korban jiwa berasal dari pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api. Lalu bagaimana caranya para penumpang bisa selamat? jawabannya bukan karena keajaiban. Jawaban singkatnya adalah teknik pembuatan pesawat dan pelatihan awak pesawat. Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah jenis Boeing 777-300 yang lazim digunakan untuk penerbangan jarak jauh sejak tahun 1996. Pesawat yang terlibat kecelakaan ini adalah model yang berumur sekitar 13 tahun. Dalam pernyataan resminya, Emirates mengatakan semua penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat berkat reaksi cepat tim gabungan dari Emirates dan Dubai International Airport. Pilot yang menerbangkan pesawat tersebut juga adalah pilot berpengalaman dengan 7.000 jam terbang. Pramugari/pramugara Emirates dan maskapai penerbangan sudah terlatih dalam proses evakuasi. Mereka dilatih untuk melakukan evakuasi dalam waktu 90 detik, supaya para penumpang bisa mempunyai peluang lebih besar melawan bahaya seperti api dan asap. Pesawat yang dibuat setelah tahun 1990-an juga dibuat dengan standar khusus, di mana material (seperti plastik dan kain) yang ada di pesawat harus terbuat dari bahan yang tidak akan menimbulkan asap beracun ketika terbakar. Dalam kasus kebakaran, terkadang asap membunuh lebih cepat daripada api. Bangku di pesawat modern juga didesain untuk mampu menahan guncangan hingga 16 kali daya gravitasi Bumi. Sambungan antara lantai dan kursi pesawat juga sudah diperkuat sehingga kursi tidak terlepas dalam insiden jatuh. Faisal Maliki Baskoro/FMB Bloomberg

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait