Cabuli Bocah Cilik, Pedagang Mainan Diciduk Polisi

DetikSport Jakarta – Kepolisian Sektor (Polsek) Cilincing menangkap seorang pedagang mainan yang tega mencabuli bocah perempuan yang masih berusia sembilan tahun pada Rabu (5/10) pekan lalu setelah pihak orang tua melaporkan kejadian yang menimpa anaknya. Pelaku atas nama Masrum (61) dan memiliki tiga orang anak bahkan seorang cucu ini, mengaku melakukan perbuatannya karena khilaf dan merasa terangsang apabila melihat anak perempuan kecil. Pasalnya, dirinya memang sering dikerubungi oleh pembeli dari anak-anak perempuan. Kapolsek Cilincing, Kompol Muhammad Supriyanto, mengatakan pelaku kesehariannya memiliki usaha sebagai penjual mainan di sebuah sekolah dasar yang ada di Jalan Kelapa Dua, RT08/RW03, Kelurahan Cilincing telah mencabuli seorang bocah berinisial ACN (9). “Pelaku saat itu membawa korban ke sebuah gang sepi tidak jauh dari tempat ia menjajakan dagangannya, setelah itu pelaku melakukan pencabulan dengan meraba-raba serta menjilati kemaluan korban dan memberikan uang Rp 5.000,” ujar Supriyanto, Senin (10/10) siang di Markas Polsek Cilincing. Dikatakannya, pelaku meminta korban untuk tidak memberitahu siapa-siapa dan kemudian menyuruh korban pulang. Namun, aksi pelaku sempat dipergoki oleh dua tetangga korban. “Kedua tetangga yang merupakan ibu rumah tangga di dekat rumah korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut ke ayah korban dan dilanjutkan dengan membuat laporan ke kami, ke-esok harinya kita berhasil menangkap pelaku saat sedang berjualan di lingkungan sekolah,” jelas Supriyanto. Sejumlah barang bukti yang dijadikan polisi sebagai barang bukti diantaranya yakni sebuah celana dalam warna ungu , sebuah kaos warna merah muda, dan sebuah celana panjang warna biru yang dikenakan korban saat dilakukan pencabulan pada Selasa (4/10) lalu sekitar Pukul 11.00 WIB. Sementara itu, pelaku Masrun (61), mengaku melakukan perbuatannya karena terdorong pikiran cabul ketika melihat korban yang sering melihat ke arah dirinya seperti hendak membeli namun tidak juga kunjung membeli. “Saya panggil saya dia dan terus saya suruh pilih mainan yang ia mau, setelah itu saya ajak ke sebuah gang dan mencabuli korban, supaya dia tidak ngomong ke siapa-siapa saya berikan uang Rp 5 ribu,” aku Masrun alias Masrum. Kanit Reskrim Polsek Cilincing, AKP Andry Suharto, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut mengenai tindakan yang dilakukan oleh pelaku apakah hanya kepada korban saja atau sudah ada korban-korban yang lainnya. “Kami juga meminta kerja sama dari pihak orang tua untuk melaporkan kejadian pencabulan yang menimpa anaknya bila pernah dicabuli oleh pelaku, ini penting agar memberikan efek jera kepada pelaku hal serupa kedepannya,” kata Andry. Atas tindakannya, kini Masrum alias Masrun sudah mendekam di sel tahanan Markas Polsek Cilincing, dan ia akan dijerat dengan Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal selama 15 tahun Carlos Roy Fajarta/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait