CIMB Niaga Tawarkan Obligasi Rp 2,5 Triliun

DetikSport Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk melaksanakan penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan II Tahap I sebesar Rp 2,5 triliun, untuk mendukung ekspansi bisnis. Sebab, sampai Juni 2016 posisi loan to deposit ratio (LDR) CIMB Niaga berada di level 96,54%. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, meski total plafon PUB II sebesar Rp 8 triliun, perseroan berencana menerbitkan minimal Rp 1 triliun atau maksimal sebesar Rp 2,5 triliun. Penerbitan PUB II Tahap I dipecah menjadi tiga seri dengan target indikatif kupon kisaran 6,5-7,25% untuk Seri A, Seri B 7,25-8%, dan Seri C sebesar 7,6-8,3%. Menurut Tigor, di samping untuk menunjang ekspansi, penerbitan obligasi ini dapat menurunkan rasio LDR maupun loan to funding ratio (LFR) Bank CIMB Niaga. Dia juga menjelaskan, pascapenerbitan obligasi tersebut posisi LFR tidak akan turun banyak atau masih di level 90%. “Penerbitan surat utang ini sebetulnya juga dapat meningkatkan rasio alat likuid perseroan. Saat ini, posisi LCR ( liquidity coverage ratio ) Bank CIMB Niaga cukup sehat dan di atas ketentuan yang ada,” kata Tigor di sela acara paparan publik dan due diligence PUB II Tahap I Bank CIMB Niaga di Jakarta, Senin (3/10). Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 42/POJK.03/2015, setiap bank umum wajib memenuhi minimal LCR sebesar 100% secara berkelanjutan. POJK menyatakan kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III wajib memenuhi minimal LCR sebesar 70% pada Juni 2016, dan secara bertahap akan menjadi minimal 100% pada Desember 2018. Kategori BUKU IV berkewajiban memiliki LCR 80% pada Desember 2016 dan akan menjadi 100% pada akhir 2018. Berkaitan dengan BUKU, Direktur Keuangan CIMB Niaga Wan Razly Abdullah mengungkapkan, saat ini modal inti (tier II) perseroan sudah memenuhi ketentuan untuk masuk kategori BUKU IV atau di atas Rp 30 triliun. Namun peningkatan BUKU itu belum diakui secara resmi, karena regulator perlu melihat kondisi permodalan perseroan ke depan. “Regulator perlu melihat modal ini dapat bertahan secara keberlanjutan atau tidak. Kalau ada NPL (rasio pembiayaan bermasalah/ non performing loan ), kami kan perlu membuat pencadangan,” ungkap dia. Beberapa waktu lalu, Bank CIMB Niaga sempat menghadapi tantangan berupa peningkatan pencadangan akibat penurunan kualitas kredit. Oleh sebab itu, hingga Juni lalu posisi coverage ratio perseroan di level 120%. Perseroan menjaga coverage ratio minimal di atas 100%. Dalam rencana jangka panjang, menurut Razly, perseroan fokus pada dua segmen, yakni konsumer dan small medium enterprise (SME), sedangkan secara bertahap bisnis mikro akan dikurangi. Sampai Juni lalu, secara year on year (yoy) total outlet mikro Bank CIMB Niaga pun menyusut dari 173 menjadi 114 outlet . “Itu berkaitan dengan rencana fokus, total cabang mikro kami juga akan kembali berkurang,” kata dia. Tigor juga mengatakan, sampai Juni lalu posisi kredit perseroan masih didominasi kredit korporasi yang sebesar Rp 52,93 triliun. Sementara itu, kredit konsumer menempati posisi kedua dengan outstanding sebesar Rp 51,94 triliun. “Lalu UMKM kami ada sekitar Rp 30 triliun (Rp 33,54 triliun) dan komersial sebesar Rp 34,18 triliun sampai paruh pertama tahun 2016. Kami akan fokus di konsumer terutama mortgage dan SME,” papar dia. Pameran XTRA XPO Sementara itu, Bank CIMB Niaga dan Sinar Mas Land mempersembahkan sebuah pameran perbankan yang menampilkan seluruh rangkaian produk perbankan ritel, yakni CIMB Niaga XTRA XPO di ICE – BSD City Hall 9-10 pada 1-2 Oktober 2016. Dengan konsep family entertainment , Bank CIMB Niaga mengajak para nasabah juga masyarakat untuk memanfaatkan beragam promo khusus dari produk-produk unggulan CIMB Niaga dan anak usahanya, CIMB Niaga Auto Finance (CNAF). “XTRA XPO ini adalah event pertama kalinya bagi kami. Melalui event ini, kami ingin meningkatkan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap Bank CIMB Niaga serta memberikan kemudahan dalam mengakses beragam produk dan layanan perbankan,” ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan saat meresmikan pameran tersebut di ICE – BSD, Sabtu (1/10) Menurut Tigor, Bank CIMB Niaga ingin memanfaatkan peluang pasar perbankan yang masih dapat dioptimalkan, di antaranya dengan menarik minat pengunjung untuk menjadi bagian dari keluarga besar perseroan. Oleh karena itu, untuk memeriahkan acara sekaligus menarik minat pengunjung, XTRA XPO menghadirkan berbagai hiburan untuk seluruh keluarga, antara lain Xtra Zoo, yaitu atraksi unik mini live zoo di mana pengunjung dapat melihat dan bercengkrama langsung dengan hewan-hewan unik dan lucu. Tersedia pula Xtra Fun, yaitu wahana permainan anak yang dilengkapi dengan 3D virtual games seperti skateboarding , superbike , dan boxing . Bank CIMB Niaga juga menawarkan beragam produk simpanan dan pembiayaan serta layanan perbankan digital. Adapun produk pembiayaan CIMB Niaga yang turut meramaikan XTRA XPO yaitu KPR, auto loan dari CNAF dan kartu kredit. Adapun untuk produk simpanan, akan ditawarkan beragam produk tabungan unggulan CIMB Niaga. Khusus dalam event ini, KPR Bank CIMB Niaga menawarkan program bunga yang sangat kompetitif yaitu 5% fixed 1 tahun untuk pembelian properti di Sinar Mas Land. Pembiayaan yang ditawarkan juga berlaku untuk akad syariah yang disesuaikan dengan minat masyarakat yang bervariasi. Selain itu, nasabah berkesempatan mendapatkan cash back hingga 15% dari harga tanah dan hadiah voucher belanja hingga Rp 40 juta. Menariknya lagi, pengajuan KPR dibebaskan dari biaya administrasi selama berlangsungnya pameran. Devie Kania/Gita Rossiana/THM Investor Daily

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait