Daerah Ini hanya Kirim Satu Atlet Senam tapi Berkualitas

DetikSport BENGKULU – Cabang olahraga (Cabor) senam ritmik Provinsi Bengkulu belum mau berbicara target pada pentas PON XIX Jawa Barat yang akan digelar pada September mendatang. Meski hanya mengirimkan satu atlet di cabor ini, Bengkulu hanya ingin menampilkan penampilan maksimal di event olahraga empat tahunan ini, dan mencari peluang prestasi yang mampu mendongkrak nama Bengkulu di kancah nasional. “Target kita pada event ini adalah bagaimana bisa tampil maksimal. Karena itu atletnya harus yang berkualitas. Soal prestasi, jelas kita pun ingin meraih prestasi. Namun saat ini target utama kita adalah mampu menampilkan pertunjukan terbaik,” ujar Pelatih Senam Ritmik Peavey Marisha seperti dikutip dari Bengkulu Ekspress (Jawa Pos Group). Diakui Peavey, Bengkulu memiliki peluang yang cukup berat untuk meraih medali di ajang PON mendatang. Pasalnya beberapa daerah sudah melakukan persiapan sejak jauh hari dan beberapa kali melakukan Try Out (TO) ke luar daerah bahkan luar negeri. Namun Peavey tetap optimis Bengkulu memiliki harapan meraih salah satu medali untuk kelas senam menggunakan alat. “Kalau untuk senam ritmik ini sulit ditebak penilaian dan peluang yang mampu kita capai. Karena sistem penilaiannya oleh juri pun subjektif,” jelas Peavey. Dijelaskan Peavey, sistem penilaian senam ritmik adalah setiap atlet memainkan serangkaian alat dengan koreografi dan tingkat kesulitannya digarap oleh masing-masing pelatihnya, termasuk aransemen musik pengiringnya yang disiapkan sesuai dengan koreografinya. “Nah, gerakan yang mau ditampilkan tersebut dibuat dalam sebuah form dan bentuk symbol gerakat dan nilai gerakan. Form dalam bentuk CD (Compact Disc) tersebut harus sudah diterima wasit H-3 sebelum pertandingan,” terang Peavey. Selanjutnya untuk persiapan atlet sendiri, diakui Peavey, masih banyak kendala persiapan sebelum Pelatda Terpusat yang digelar KONI Bengkulu. Beberapa alat yang patah, baru saja dibeli oleh Pengprov Persani pada saat Pelatda ini. “Kemudian ketika PB Persani mengundang Training Camp (TC) dengan materi sosialisasi gerakan, kita belum bisa ikut lantaran terkendala di pendanaan. Jadi saat ini kita mempersiapkan diri alakadarnya dengan waktu yang singkat,” demikian Peavey. (sly/ray/jpnn) 0 share 0 tweet 0 +1

Sumber: JPNN

Pos Terkait