Dukung Program BRG, Pemprov Jambi Bangun 72 Desa Gambut

DetikSport Jambi – Pemer i ntah Provinsi (Pemprov) Jambi akan membangun sebanyak 72 desa gambut sebagai salah satu strategi menyelamatkan hutan gambut dari kegiatan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla). Luas hutan dan lahan gambut yang diperkirakan bisa diselamatkan melalui pembentukan desa gambut tersebut mencapai 151.662 hektare (ha). Demikian dikatakan Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada Jambore Masyarakat Gambut Nasional di Kota Jambi, Minggu (6/11). Jambore yang berlangsung selama dua hari, di lapangan Gelanggang Olah Raga (GOR) Kotabaru, Kota Jambi, dihadiri sekitar 1.000 orang masyarakat peduli gambut dari tujuh provinsi. Menurut Fachrori Umar, 72 desa gambut di Provinsi Jambi akan dimulai dibangun tahun 2017. Masyarakat desa gambut diberikan peluang mengelola lahan gambut untuk uaha ekonomi produktif tanpa merusak lahan dan hutan gambut. Pembangunan desa gambut tersebut akan disesuaikan dengan program Badan Restorasi Gambut (BGR) nasional dan daerah. “Kehadiran 72 desa gambut cukup efektif menyelamatkan kawasan lahan dan hutan gambut di Jambi yang kini dalam kondisi rusak berat. Karena itu seluruh jajaran pemerintah kabupaten yang menjadi wilayah desa gambut diharapkan mendukung sepenuhnya pembangunan desa gambut ini,” ujar Fachrori. Dijelaskan, luas lahan dan hutan gambut di Provinsi Jambi saat ini mencapai 900.000 ha. Hampir 200.000 ha lahan dan hutan gambut tersebut sudah rusak berat akibat kebakaran hutan dan lahan selama ini. Karena itu melalui restorasi gambut 2016 – 2020, sekitar 151.662 ha lahan dan hutan gambut yang rusak di Jambi bisa diperbaiki. “Restorasi gambut di Jambi selama lima tahun mendatang ditargetkan hingga 151.662 ha. Restorasi lahan gambut pada kawasan lindung sekitar 25.880 ha, kawasan budidaya berizin seluas 99.774 ha dan lahan gambut di kawasan budidaya tidak berizin seluas 26.008 ha. Percepatan restorasi gambut ini diharapkan bisa dilakukan melalui program pembangunan 72 desa gambut di Jambi,” katanya. Fachrori menjelaskan, kerusakan lahan gambut, baik pada kawasan lindung maupun budidaya di Jambi saatini sudah masuk kategori memprihatinkan karena kerusakan gambut tersebut ratusan ribu hektare. Karena restorasi gambut yang menjadi program andalan menyelamatkan gambut dari kehancuran harus didukung semua pihak, termasuk pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri yang selama ini sudah membuka usaha di lahan gambut. Sementara itu, Ketua Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, mengharapkan pemerintah pusat dan daerah yang memiliki lahan gambut bisa menanggulangi lebih cepat degradasi lahan maupun hutan gambut yang sudah cukup parah saat ini. Penanggulangan kerusakan lahan dan hutan gambut tersebut penting agar lahan dan hutan gambut tidak sampai punah. “Kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu penyebab besar kerusakan lahan gambut yang sangat parah tahun 2015. Sedangkan tahun ini, kerusakan lahan dan hutan gambut bisa dikurangi akibat pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Namun, kita tidak boleh berpuas diri, tahun depan kita akan menghadapi kemarau yang lebih panjang, kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” katanya. Radesman Saragih/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait