Guru Mengaji di Tugu Utara Koja Cabuli 7 Muridnya

DetikSport Jakarta – Kasus tindakan kekerasan seksual atau pelecehan seksual kembali terjadi di wilayah Jakarta Utara. Kali ini seorang guru mengaji tega mencabuli tujuh orang muridnya dengan cara menyodomi mereka. Peristiwa ini terjadi di wilayah Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara. Pelaku atas nama Ahmad Suriyadi (29) asal Pasuruan, Jawa Timur, yang sehari-hari menjadi pengajar atau guru Iqra di Yayasan Titipan Ilahi, Jalan Walang Permai, RW12, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto, mengatakan pelaku yang sehari-hari mengajarkan pengajian kepada anak-anak di lingkungan sekitar Koja rupanya selama ini juga tega melakukan pencabulan terhadap muridnya yang kebanyakan laki-laki. Namun aksi pelaku yang dilakukan terakhir kali dilakukan pada dua orang santri pada Kamis (6/10) lalu sekitar Pukul 00.10 – Pukul 04.00 WIB yang dilakukan di kamar pelaku akhirnya terbongkar dan ketahuan oleh sesama guru pengajian dan juga dari pengakuan sejumlah santri yang menjadi korban. Ada dua korban anak-anak dalam tindakan asusila pelaku pada tengah malam itu, yakni MH (12) kelahiran Jambi dan RS (13) kelahiran Jambi yang keduanya tinggal dan berdomisili di Panti Asuhan Yayasan Titipan Ilahi. “Pelaku awalnya memanggil korban untuk masuk ke kamar pelaku, kemudian mereka diajak untuk melakukan persetubuhan (disodomi) dengan iming-iming akan diberikan sejumlah uang sebagai imbalan,” ujar Supriyanto, Selasa (11/10) siang saat dihubungi SP . Ia mengungkapkan dari jumlah korban 10 orang anak yang sudah dilecehkan oleh pelaku, baru ada tujuh orang anak yang sudah melaporkan kasus ini ke Polisi dengan didampingi dari pihak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). “Para korban sudah membuat laporan dengan naungan dari LPAI, kita juga sudah mintakan mereka mendapatkan visum ke RSCM sebagai pelengkap barang bukti kasus ini,” tambahnya. Kini Ahmad Suriyadi yang sudah ditahan polisi akan dikenakan pidana Pasal 292 tentang Perbuatan Cabul Sesama Jenis dan juga Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal selama 15 tahun. Carlos Roy Fajarta/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait