Industri Properti Menopang Perekonomian Nasional

DetikSport Jakarta – Real Estat Indonesia (REI) menilai dukungan kebijakan dari pemerintah merupakan upaya mendorong industri properti dalam menopang ekonomi nasional. Bertumbuhnya sektor properti dinilai dapat menggerakkan industri terkait. “Ada sekitar 174 industri terkait sektor properti. Mulai dari semen, besi, baja, cat hingga furnitur, properti tumbuh, industri terkait ikut bergerak, ” ujar Hari Raharta, sekretaris jenderal (Sekjen) DPP REI, kepada Investor Daily , di Jakarta, baru-baru ini. Dia menambahkan, REI merupakan salah satu organisasi yang menjadi mitra penting pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan baik di bidang ekonomi secara umum maupun properti secara khusus. Kebijakan penurunan suku bunga dan perpajakan di sektor properti. Lalu, kepemilikan properti oleh warga negara asing, hunian berimbang hingga pemangkasan perizinan pembangunan perumahan bagian dari interaksi REI dengan pemerintah. “Itu semua adalah berkat kerja keras Ketua Umum saat ini, yakni bapak Eddy Hussy beserta seluruh jajaran DPP maupun DPD yang sangat kompak,” jelas Hari Raharta, yang juga kandidat Ketua Umum REI 2016-2019. Menurut dia, sejumlah kebijakan pemerintah harus terus dikawal. Contohnya, pemangkasan perizinan pembangunan perumahan harus dilengkapi oleh aturan seperti peraturan pemerintah (PP). Lalu, pembangunan hunian berimbang. “Semestinya dapat dilaksanakan di seluruh area Nusantara dan para pengembang saling bernitra,” tuturnya. Melihat sejumlah kebijakan yang dikeluarkan sepanjang 2016, dia optimistis sektor properti dapat terus bertumbuh. Apalagi, tingkat kebutuhan hunian masih cukup tinggi bila merujuk backlog perumahan yang mencapai 13,5 juta unit. Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy bahkan memperkirakan pada 2017 sektor properti dapat tumbuh berkisar 12-15%. Salah satu pemicunya adalah program pengampunan pajak (tax amnesty) yang digukirkan pemerintah dianggap sukses pelaksanaanya. Diharapkan dana yang sudah di deklarasi oleh wajib pajak bisa diinvestasikan ke properti. Selain ada beberapa faktor lain yang membuat outlook properti di Indonesia menarik antara lain, pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih baik pada 2017, yakni pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,3%. Indonesia merupakan negara nilai dengan PDB terbesar di kawasan Asia Tenggara. Sementara rasio PDB terhadap KPR Indonesia masih kecil yaitu 2,8% per 2015. “Di bawah Singapura yang mencapai 45,9%, Malaysia 37,8%, Thailand 22,3% dan Filipina 3,3%,” kata Eddy Hussy. Edo Rusyanto/EDO Investor Daily

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait