IPW Perkirakan Rp 70 Triliun Dana Repatriasi Masuk Properti

DetikSport Jakarta – Lembaga Indonesia Property Watch (IPW) memperkirakan hingga sekitar Rp 70 triliun dari dana repatriasi yang telah masuk ke Indonesia dapat ditempatkan di sektor properti di Tanah Air. “Sebesar Rp 70 triliun dana repatriasi ini akan masuk ke properti,” kata Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda, di Jakarta, Kamis. Menurut Ali Tranghanda, dengan asumsi sampai akhir masa amnesti pajak 1 April 2017 diperkirakan dana yang masuk sebesar Rp150 triliun. Selain itu, ujar dia, melihat perkembangan yang ada saat ini maka tidak mustahil nilai itu akan tercapai bahkan melebihi perkiraan angka Rp 70 triliun. Dia berpendapat bahwa amnesti pajak di Indonesia terbilang sukses bahkan paling sukses di dunia, antara lain karena pada akhir periode pertama pada 30 September 2016 mencapai Rp 3.625 triliun berdasarkan surat pernyataan harta (SPH). Harta tersebut terdiri atas deklarasi dalam negeri senilai Rp 2.536 triliun, deklarasi luar negeri senilai Rp 952 triliun, dan repatriasi Rp 137 triliun. “Momen ini sangat luar biasa karena bertepatan dengan siklus properti yang sudah mulai bergerak naik. Dari hasil analisis yang dilakukan Indonesia Property Watch, saat ini tren penjualan properti telah bergerak tipis atau tumbuh 3,2 persen berdasarkan unit terjual,” katanya. Ali memperkirakan dana repatriasi yang diparkirkan pada instrumen perbankan dapat masuk ke sektor properti melalui beberapa jalur, antara lain pembelian saham properti di bursa saham, penyertaan modal kepada para pengembang, atau pembelian langsung properti. Sebagaimana diwartakan, konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan meski masih belum seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi pengembang dan konsumen sektor properti kini sudah lebih aktif yang mengindikasikan kelesuan properti mulai berubah. “Walaupun belum ditandai dengan peningkatan yang signifikan, baik para pengembang maupun konsumen terlihat lebih aktif dibandingkan dengan triwulan sebelumnya,” kata Head of Advisory JLL Indonesia Vivin Harsanto. Menurut dia, kelesuan makroekonomi yang berangsur-angsur membaik dinilai mampu memunculkan sentimen positif terhadap bisnis properti secara keseluruhan. Untuk itu, ujar dia, para pelaku bisnis properti diharapkan bisa selalu muncul dengan strategi baru mengingat persaingan akan semakin kompetitif. Sementara itu, Country Head JLL Indonesia Todd Lauchlan meyakini bahwa dalam jangka waktu beberapa bukan ke depan, sejumlah aktivitas yang terjadi di dalam negeri akan dapat menstimulasi bisnis properti ke arah yang lebih baik.(T.M040/ ) /TL

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait