Itochu: Tak Ada Batas Dana Investasi buat Indonesia

DetikSport Tokyo – Pihak Itochu Corporation menyediakan dana tanpa batas untuk investasi di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur, energi, produk konsumsi, dan bisnis berbasis sumber daya alam. Asalkan ada peluang dan mitra yang baik dari Indonesia, pihaknya akan menambah dana investasi. “Kami siap dengan dana tanpa batas buat investasi di Indonesia,” ujar Eiichi Yonekura, senior managing executive officer Itochu Corporation saat berdiskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi Indonesia di Tokyo, Kamis (10/11). Hadir pada kesempatan itu Presiden Direktur PT Adaro Energy Garibaldi Thohir, Presiden Direktur Adaro Power Mohammad Effendi dan manajemen puncak Itochu Corporation. Prospek investasi di Indonesia, kata Yonekura, sangat cerah dan iklim investasi terus membaik seiring dengan niat pemerintah untuk terus mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Sektor infrastruktur, konsumsi, dan berbagai bisnis berhasis sumber daya alam sangat menarik bagi para pemodal karena prospek pertumbuhan yang bagus. Didirikan tahun 1858, Itochu Corporation saat ini sudah menjadi pemain global dengan 107 kantor di berbagai negara, mulai dari Amerika Latin, Amerika Serikat, Kanada, Asia, Afrika hingga Eropa. Jumlah tenaga kerja yang diserap secara langsung oleh Itochu mencapai 105.800 orang. Pada Maret 2016, aset Itochu mencapai US$ 71,3 miliar dan pendapatan selama kuartal pertama 2016 sebesar US$ 2,1 miliar. Modal grup usaha ini cukup kuat, yakni US$ 21,7 miliar pada Maret 2016. Itochu bergerak di sejumlah lini bisnis, yakni tekstil, industri makanan, properti, perdagangan dan logistik, permesinan dan otomotif, pertambangan, dan energi. Masuk sejak 1951, Itochu Corporation saat ini beroperasi di Indonesia lewat lebih dari 30 perusahaan. Beberapa nama di antaranya adalah PT Itochu Indonesia, PT Marubeni Itochu Steel, PT Marunda Grahamineral, dan Aneka Coffee Industry. Itochu kini menjadi salah satu pemegang saham PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) dengan kepemilikan 32%. Pemegang saham lainnya adalah Adaro Power dan JPower, masing-masing 34%. Garibaldi Thohir menjelaskan, pembangkit listrik berkapasitas 2×1.000 MW yang terletak di Batang, Jawa Tengah, sudah berjalan 17% dan diperkirakan bisa beroperasi pada akhir 2019. Nilai investasi pembangkit listrik yang sempat lama terganjal masalah pembebasan lahan itu sebesar US$ 4,2 miliar dan 10% atau US$ 420 juta di antaranya adalah modal disetor. “Masalah pembebasan lahan bagi proyek infrastruktur adalah hambatan paling serius di Indonesia,” ujar Boy, nama akrab Garibaldi Thohir. Menurut Boy, Itochu adalah mitra usaha yang sangat loyal. Ketika Adaro masih dikuasai pemegang saham asal Australia, Itochu adalah salah satu pembeli terbesar batubara di Indonesia. “Ketika pemegang saham berganti, Itochu tetap menjadi pembeli batubara produksi Adaro,” ungkap Boy. Primus Dorimulu/HA BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait