Jajal Jatim dan Jateng Sebelum Berlaga di Jabar

DetikSport SERANG – Persiapan atlet wushu Banten mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 akan diuji dalam latihan bersama dan tryout di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada 25-28 Mei nanti. Selain dengan tim Jatim, atlet wushu Banten nomor sanda juga akan menjalani tryout kontra Tim PON Jawa Tengah (Jateng). Sebelum berlaga di Surabaya, fisik seluruh atlet wushu Banten dinyatakan dalam kondisi terbaik. Parameter kesiapan fisik atlet diukur dalam tes VO2Max oleh SC Pelatda PON Banten. SC Pelatda PON Banten Nana Komara mengatakan, kesiapan menghadapi dua tryout sudah tinggal menunggu waktu berlaga di Surabaya. Soal kesiapan fisik atlet wushu Banten, diakuinya sudah sangat bagus. “Saat ini atlet sudah dalam tahap persiapan pra kompetisi dan semua atlet dalam jalur siap tempur. Kondisi fisik semua atlet berada di level rata-rata atlet profesional,” kata Nana, Sabtu (21/5). Nana menambahkan, kondisi fisik atlet Banten sudan mendekati target kesiapan yang dicanangkan Satgas Pelatda PON Banten. Dimana untuk parameter kesiapan atlet adalah VO2Max yang dimiliki atlet. Diungkap pria jangkung ini, kesiapan fisik Diska Juliany cs mendekati atlet profesional. “Tolok ukur VO2Max atlet putra adalah 50-55 dan atlet putri 45-50. Sebagian besar atlet putra sudah mendekati angka 50. Sementara dibagian putri VO2max mendekati angka 45. Angka tersebut sudah cukup bagus sesuai standar atlet PON,” imbuhnya. Perkembangan fisik atlet, lanjutnya, cukup mengejutkan karena terus mengalami peningkatan dibanding saat awal menjalani pelatda, khususnya di kategori atlet putri yang progres kemampuan fisiknya meningkat drastis. “Fisik menjadi bagian paling penting untuk atlet beladiri karena harus bertanding dalam waktu singkat tapi berulang-ulang. Dalam sehari saja bisa bertanding tiga sampai empat kali. Atlet kita menyadari situasi tersebut dengan mampu menjaga kemampuan fisik sambil berusaha meningkatkan,” ungkapnya. Nana memiliki keyakinan atlet wushu Banten akan bisa meningkatkan kemampuan pada sisa tiga bulan persiapan jelang PON. “Sekarang sudah terlihat dengan adanya daya tahan, kemampuan speed (kecepatan), reaksi, dan kelincahan atlet semakin bagus. Setelah tampil di Surabaya, saya yakin tidak sulit untuk meningkatkan kemampuan tersebut,” yakinnya. (dre/dil/jpnn) 0 share 0 tweet 0 +1

Sumber: JPNN

Pos Terkait