Kemajuan Kesehatan Dunia Terancam Prilaku Merokok dan Pola Makan

DetikSport Jakarta – Kesehatan masyarakat di dunia, khususnya di Asia Tenggara terus mengalai kemajuan. Menurut analisis ilmiah terbaru tentang lebih dari 300 penyakit dan kecelakaan di 195 negara, tercatat lebih sedikit jumlah orang yang meninggal karena infeksi pernafasan dan tuberkulosis di banyak negara Asia Tenggara. Sayangnya, kemajuan ini terancam oleh besarnya jumlah orang yang mengalami tantangan kesehatan serius terkait tekanan darah tinggi, merokok, serta pola makan yang buruk. Temuan di atas serta temuan penting dalam bidang kesehatan lainnya dipublikasikan dalam terbitan The Lancet yang khusus dipersembahkan sebagai bagian dari Global Burden of Diseases, Injuries, and Risk Factors Study (GBD). Studi ini mengacu pada sejumlah penelitian yang melibatkan lebih dari 1.800 kolaborator di hampir 130 negara dan berbagai wilayah di dalamnya. “Banyak negara yang menghadapi tantangan kesehatan yang signifikan tanpa memandang tingkat pendapatan, pendidikan, dan tingkat kelahiran yang rendah, sedangkan negara-negara lain yang tertinggal jauh dalam bidang pembangunan mengalami kemajuan yang pesat,” ucap Dr. Charles Shey Wiysonge, seorang kolaborator GBD dari Afrika Selatan yang bekerja sebagai profesor epidemiologi klinis di Fakultas Ilmu Obat-obatan dan Kesehatan, Universitas Stellenbosch di Cape Town, dalam siaran pers yang diterima Investor Daily di Jakarta, Senin (10/10). “Para pembuat kebijakan di semua negara, mulai dari Thailand hingga Zimbabwe dapat menggunakan studi ini untuk menyejajarkan pengeluaran guna menargetkan hal-hal yang akan membuat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik dan lebih cepat.” Di banyak negara Asia Tenggara, penyakit jantung iskemik (arteri koroner) adalah penyebab utama kematian, yang mengakibatkan 225.426 kematian di Indonesia dan 13.573 kematian di Kamboja. Sebaliknya, stroke hemoragik adalah penyebab utama kematian di Myanmar, yang mengakibatkan 35.034 kematian pada tahun 2015. Namun, kondisi yang mematikan biasanya bukanlah yang menyebabkan orang sakit. Tiga penyebab gangguan kesehatan yang sifatnya tidak fatal di Asia Tenggara secara keseluruhan adalah sakit punggung bawah, diabetes, dan kehilangan pendengaran. Secara global, harapan hidup meningkat dari sekitar 62 tahun ke hampir 72 tahun sejak tahun 1980 hingga 2015, dan di beberapa negara di sub-Sahara Afrika angka ini kembali ke semula karena tingkat kematian tinggi yang disebabkan oleh HIV/AIDS. Kematian anak menurun dengan cepat, demikian juga halnya dengan sakit yang terkait dengan penyakit menular.Namun, setiap negara memiliki tantangan dan kondisi perbaikannya masing-masing, mulai dari jumlah bunuh diri yang lebih rendah di Perancis hingga menurunnya angka kematian di jalanan Nigeria, serta pengurangan kematian yang disebabkan oleh asma di Indonesia. Mardiana Makmun/MAR Investor Daily

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait