Kepergok, Pemerkosa ABG Kabur, Eh…Sepeda Motor Ditinggal

DetikSport KUPANG – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur terus saja terjadi di Kota Kupang. Bahkan pelaku kekerasan seksual bukan saja orang dewasa melainkan anak dibawa umur juga nekad melakukan tindakan asusila itu. Seperti halnya yang dilakukan salah seorang Anak Baru Gede (ABG) SK, 15, terhadap korban yang juga ABG, SN, 15. Kejadian perkosaan yang dilakukan SK terhadap korban SN terjadi pada Sabtu (11/6) sekira pukul 20.30 di Jalan H. R. Koroh, RT 25/RW 10, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Ketika sementara asyik memadu cinta, SK (pelaku) dan SN (korban) dikagetkan dengan datangnya salah seorang warga ke TKP. Saat itulah, pelaku SK langsung lari meninggalkan TKP. Hanya saja, ketika meninggalkan TKP, pelaku lupa membawa sepeda motornya merk Yamaha Mio M3 tanpa plat nomor warna hitam kuning. Oleh warga, kejadian perkosaan itu langsung dilaporkan ke aparat Polsek Maulafa. Aparat Polsek Maulafa pun melakukan pengejaran terhadap pelaku. Ketika sementara mengejar pelaku, warga justru terlebih dahulu menangkap pelaku. Pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Maulafa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sepeda motor pelaku perkosaan terhadap ABG di Kota Kupang. FOTO: Timor Express/JPNN.com Terkait kejadian perkosaan itu, Kapolsek Maluafa, Kompol Sriyati yang dihubungi Timor Express (JPNN Group), Minggu (12/6) mengaku kejadian perkosaan antara pelaku SK dan korban SN itu dilaporkan oleh warga yang memergoki keduanya sementara berhubungan badan. “Kejadian perkosaan itu bermula ketika korban SN sedang menjual bensin di pinggir jalan (jalan H. R. Koroh, red), tiba-tiba pelaku SK datang hendak mengisi bensin di sepeda motornya. Setelah mengisi bensin, pelaku SK lalu menarik tangan korban ke semak-semak dekat tempat jualan bensin korban,” kata Kapolsek Maulafa. Saat itu, lanjut dia, pelaku SK memaksa korban SN untuk berhubungan badan. “Karena pelaku SK memaksa korban SN untuk berhubungan badan, maka korban SN hanya bisa menurut saja. Pelaku SK kemudian membuka celana korban memperlakukan korban secara tidak manusiawi. Ketika sementara menyetubuhi korban, tiba-tiba pelaku dan korban dipergoki warga sekitar. Saat itulah pelaku langsung lari meninggalkan TKP. Sementara sepeda motornya dibiarkan tinggal di TKP,” ujar Sriyati. Ternyata, warga sudah mengenali pemilik sepeda motor tersebut. Setelah mendapat laporan kasus perkosaan itu, lanjut Sriyati, anggota Polsek Maulafa langsung terjun ke TKP dan mengamankan sepeda motor milik pelaku. Ketika pelaku sementara dicari di rumahnya oleh anggota Polsek Maulafa, tiba-tiba warga terlebih dahulu menangkap pelaku. “Masyarat yang menangkap pelaku langsung menyerahkan pelaku ke kita. Saat ini pelaku sudah kita tahan. Pelaku juga sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 76 d Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” sebut Kapolsek Maulafa. (JPG/gat/fri/jpnn) 0 share 0 tweet 0 +1

Sumber: JPNN

Pos Terkait