Ketua Bawaslu DKI: Penolakan Kampanye Paslon Bisa Dipidanakan

DetikSport Jakarta – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI, Mimah Susanti menegaskan penolakan kampanye pasangan calon (paslon) saat berkampanye bisa dikenakan tindakan pidana. Demikian dinyatakan Mimah seusai menerima pelaporan kasus penolakan warga terhadap Djarot dari Tim Kampanye Ahok-Djarot di Kantor Bawaslu DKI, Jalan Danau Agung III, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (9/11) malam. Sebelum itu, Mimah mengatakan ada mekanisme pelaporan yang harus dijalani Tim Kampanye Ahok-Djarot. Yaitu harus memenuhi syarat pelapor, yakni harus pemilih DKI Jakarta atau pemantau pemilu atau paslon atau tim kampanye paslon. “Berarti bapak-bapak ini merupakan tim kampanye paslon nomor dua. Jadi silakan isi formulir pelaporan dan serahkan bukti-buktinya,” kata Mimah kepada Pimpinan Tim Kampanye Ahok-Djarot, Wibi Andriano. Ditegaskannya, Bawaslu DKI tidak boleh menolak warga, pemantau pemilu atau paslon atau tim kampanye terhadap dugaan pelanggaran Pilgub DKI 2017. “Kita tidak boleh menolaknya. Nanti kita akan panggil pelapor untuk minta keterangan dan melengkapi kalau ada yang kurang. Seperti alat bukti sidik jari, video, foto atau bukti yang lain. Nanti ada saksinya juga,” ujarnya. Dijelaskannya, Bawaslu membutuhkan waktu tiga hari untuk memproses pelaporan tersebut. Kemudian memanggil pelapor dan saksi. Setelah itu dibutuhkan dua hari untuk menetapkan apakah peristiwa tersebut termasuk pelanggaran pemilu atau tidak. Bila terbukti ada pelanggaran tindak pidana, maka Bawaslu bersama tim penegakan hukum (gakum) yang di dalamnya ada pihak kejaksaan dan kepolisian akan menindaklanjuti dengan proses hukum pidana. “Tetapi kalau ternyata terbukti hanya pelanggaran administrasi maka kita akan laporkan dan serahkan ke KPU DKI untuk memberikan sanksinya. Kalau pidana kita serahkan ke polisi,” paparnya. Hingga saat ini, pihaknya sedang menindaklanjuti empat kasus penolakan warga yang dialami Ahok dan Djarot saat berkampanye. Dengan rincian, dua kasus di Jakarta Barat, yaitu saat Ahok Kampanye di Jalan Ayub Rawabelong, Sukabumi Utara serta Djarot saat berkampanye di Kembangan. Lalu satu kasus terjadi di Cilincing, Jakarta, dialami Ahok. Dan satu di Jakarta Selatan, saat Ahok berkampanye di Jalan Langgar II, Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan. “Yang di Kembangan dilaporkan oleh tim kampanye. Sedangkan tiga kasus lainnya dilaporkan oleh panitia pengawas pemilu (Panwaslu) yang saat itu bertugas mengawasi kampanye Ahok,” ungkapnya. Lenny Tristia Tambun/FMB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait