KUALIFIKASI EURO 2016: Yunani Makin Kritis, Pelatih Markarian Mundur

DetikSport Bisnis.com , JAKARTA – Masa depan pelatih Timnas Yunani Sergio Markarian menjadi tak menentu setelah dia mengajukan pengunduran diri, namun agaknya telah ditolak oleh Federasi Sepak Bola Yunani (Hellenic Football Federation/HFF). Lelaki berpaspor Uruguay itu ditunjuk sebagai pelatih timnas berjuluk Galanolefki (Biru Langit-Putih) menggantikan pelatih asal Italia Claudio Ranieri sejak Februari 2015 dan bertugas memulihkan kekuatan Yunani agar bisa lolos ke putaran final Piala Eropa (Euro) 2016 di Prancis. Sergio Markarian – Ekathimerini.com Namun faktanya dalam tiga laga Yunani seri 0-0 lawan Hongaria dan kalah 1-2 dari Kepulauan Faroe dalam lanjutan babak kualifikasi Euro 2016—kekalahan kedua dari tim yang selama ini dianggap paling lemah di Eropa—serta imbang tanpa gol lagi versus Polandia dalam uji coba. Dengan hasil dua pertandingan terakhir, peluang Yunani untuk lolos ke putaran final Euro 2016 praktis sangat tipis, bahkan untuk mengakhiri klasemen di peringkat ketiga sekalipun. Peringkat ketiga fase grup masih memungkinkan untuk lolos ke Prancis lewat jalur play off antarsesama tim peringkat ketiga. Saat ini posisi Yunani terpuruk di dasar klasemen Grup G kualifikasi Euro 2016 dengan nilai hanya 2 hasil darti dua kali seri dan empat kali kalah. Dengan sisa empat pertandingan saja, sulit bagi Yunani untuk mengejar posisi ketiga yang kini dihuni Hongaria dengan nilai 11. “Saya minta maaf kepada suporter Yunani atas hasil yang tak diinginkan. Saya kini mengambil keputusan sulit, harus mengakhiri kerja sama saya dengan Timnas Yunani. Terima kasih kepada para pemain, fans, HFF, para asisten saya, dan media atas dukungannya,” demikian pernyataan pelatih berusia 70 tahun itu. Namun, George Gkirtzikis, presiden HFF, mengatakan bahwa dia menolak pengunduran diri Markarian. “Saya terus memercayainya,” ujarnya kepada radio SportFM . Markarian sendiri bukan pelatih sembarangan. Reputasinya dalam menangani sebuah tim lebih dari memadai. Lelaki kelahiran Montevideo, Uruguay, 1 September 1944 itu pernah menangani Timnas Paraguay dan Peru. Untuk level klub, beberapa tim besar juga pernah ditanganinya antara lain Danubio (Uruguay), Cruz Azul (Meksiko), Universidad de Chile (Chile), Cerro Porteno, Olimpia, Libertad, Sol de America (Paraguay), Universitario de Deportes, Sporting Cristal (Peru), serta Panathinaikos (Yunani). Bagi Timnas Yunani, hasil jeblok yang diperoleh dalam babak kualifikasi Euro 2016 ini dapat diibaratkan pencapaian bak langit dan Bumi dengan prestasi yang diraih di Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu Yunani—di bawah arahan pelatih asal Portugal Fernando Santos—untuk pertama kalinya menembus babak 16 besar dan kalah hanya lewat adu penalti dari Kosta Rika. Dengan skor 3-5. Sumber : Soccerway Baca Juga : Hasil Liga Italia: 2 Gol Callejon Bawa Napoli Hajar Palermo 3-0 Ligue 1 Prancis Masuki Matchday Ke-4, Guingamp Memimpin Bundesliga Masuki Pekan Kedua, Ini Klasemennya Tag : timnas yunani, piala dunia 2014 Editor : M. Syahran W. Lubis

Sumber: Bisnis

Pos Terkait