Kunjungi Kayong Utara, Menteri Desa Ajak 43 Kades Bikin BUMDes

DetikSport Kayong Utara – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa), Eko Putro Sandjojo, meminta seluruh desa di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) untuk menggerakkan ekonomi pedesaan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan 17 Kementerian dan Lembaga untuk membantu program pembangunan desa. “Presiden Jokowi sudah menginstruksikan kepada 17 kementerian untuk membantu kementerian desa. Oleh karena itu, Kepala Desa, Camat dan Bupati, harus menjadi motor dalam menggerakkan perekonomian desa,” kata Eko, Jumat (14/10). Pemerintahan Jokowi, imbuh Eko, merupakan pemerintahan yang pertama kali memberikan kewenangan kepada desa untuk menata ekonominya sendiri. “Ini merupakan yang pertama kali didunia memberikan kewenangan ke desa dan menata ekonominya sendiri. Satu desa dapat Rp 600 juta sampai Rp 700 juta setiap tahun. Lebih membanggakan, dana desa di Kayong Utara juga mendapat Dana ADD provinsi dan kabupaten. Total rata-rata Rp 1,5 miliar sampai Rp 2,7 miliar,” tandasnya. Kabupaten Kayong Utara yang memiliki 120.000 penduduk, terbagi dalam 43 desa. Menurut Eko, hal itu bisa membuat kabupaten ini, lebih fokus dalam menggarap komoditi yang berskala besar. “Segera bikin BUMDes. Dirut BRI dan BNI sudah siap membantu. BUMDes juga bisa menjadi tempat untuk menyalurkan KUR. BUMDes bisa ditunjuk untuk menjadi agen BRI dan BNI untuk menyalurkan KUR,” jelas Eko. Selain dengan BRI dan BNI, lanjut Eko, Kementerian Desa juga sudah bekerjasama dengan Bulog dalam rangka meningkatan produktifitas pangan di daerah. “BUMDes juga bisa kerjasama dengan Bulog. Ada program warung pangan desa kalau gak salah, yang bisa dimanfaatkan untuk mendistribusikan hasil pertanian masyarakat desa,” tandasnya. Dengan lebih fokus pada salah satu produk tertentu, kata Eko, Kabupaten Kayong Utara diharapkan bisa menjadi percontohan bagi desa-desa di seluruh Indonesia dalam mengembangkan ekonominya. “Mudah-mudahan, Kayong Utara bisa menjadi percontohan desa-desa di seluruh Indonesia,” tutupnya. Sebagai informasi, Kabupaten Kayong Utara merupakan kabupaten yang penyerapan dana desa paling besar di provinsi Kalbar. Dalam pencairan dana desa tahap pertama sudah mencapai 100 persen dan tahap kedua sudah mencapai 52 persen. Feriawan Hidayat/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait