Lippo Group-PMI Beri Bantuan untuk Korban Banjir Garut

DetikSport Jakarta – Lippo Group, melalui Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan bantuan berupa dana kemanusiaan sebesar Rp250 juta kepada korban bencana banjir bandang dan tanah longsor, di Kabupaten Garut serta Sumedang, Jawa Barat. Bantuan itu diberikan langsung oleh Associate Director Lippo Group Roy Nicholas Mandey kepada Ketua PMI Kabupaten Garut Budiman, disaksikan Pelaksana Harian Ketua PMI Pusat Ginanjar Kartasasmita, Bupati Garut Rudi Gunawan, dan masyarakat Garut, di Posko Komando Resort Militer (Korem) Tarumanegara Garut. “Lippo Grup melakukan aksi peduli sosial, memberikan bantuan kemanusian terhadap korban banjir bandang di Kabupaten Garut. Lippo Grup melalui anak perusahaanya Matahari Departemen Store, melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR). Ada pun bantuan yang diberikan seniai Rp250 juta rupiah dibagi kepada Kabupaten Garut Rp200 juta dan Sumedang Rp50 juta,” kata Roy kepada Beritasatu.com , Kamis (22/9). Dikatakannya, sampai pagi tadi, tercatat 21 korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor, serta 18 korban masih dalam pencarian. “Di mana korban-korban tersebut sebagian besar adalah keluarga. Bapak ibu serta anak-anaknya, mereka hanyut dibawa banjir bandang,” ungkapnya. Ia menyampaikan, secara prinsip Lippo Group berkomitmen akan terus mendukung dan memberikan bantuan melalui anak perusahaannya terhadap korban-korban bencana alam sebagai bagian dari CSR. Sehingga, beban yang dirasakan korban bisa berkurang. “Jadi, Lippo Group dengan berbagai unit usahanya senantiasa peduli dengan sesama. Karena, kita menyadari bahwa dengan kepedulian sesama kita juga menjalankan keberhasilan yang sekarang kita capai,” katanya. Sementara itu, PMI Pusat dan daerah juga terus memberikan bantuan kepada korban banjir bandang serta tanah longsor di Garut dan Sumedang. Antara lain bantuan logistik PMI Jawa Barat berupa 300 selimut, 20 terpal (tenda), 15 baby kit, 10 pampers, 10 kantong mayat, 20 hygine kit, dan satu truk tangki. Kemudian, PMI Pusat yakni 250 tikar, 250 selimut, 50 kantong mayat, enam unit tangki air (mobilisasi), 250 terpalin, dan satu haglund (kendaraan evakuasi). UTDP Garut 120 kantong darah, peralatan pengolahan darat, UTD Kota Bandung 100 kantong darah, PMI Kota Cirebon mengirim SDM, PMI Kota Bandung satu ambulans dan satu truk tangki air. Menurut catatan PMI, akibat bencana itu, sebanyak 425 orang mengungsi di posko, terdiri dari 239 jiwa di Posko Korem Garut dan 186 jiwa di Cimacan. Sementara, di Gor Tajimalela Sumedang berjumlah 707 orang. “Kita standby kebutuhan apa pun di lapangan. Ada gudang central PMI di Banten. Kalau kita butuhkan, kita dorong dari Banten,” kata Kepala Biro Sarana dan Prasarana PMI Pusat, Tia Kurniawan. Diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Garut, Jawa Barat, Selasa (20/9) malam. Debit air Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik setelah curah hujan yang sangat tinggi mengguyur Kota Garut dan sekitarnya. Sekitar pukul 20.00 WIB, banjir sudah mencapai lutut, dan berangsur naik hingga setinggi 1,5 meter sampai 2 meter, tiga jam kemudian. Saat ini, pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. BPBD mengimbau, kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan tanah longsor. Sebab, hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang. La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor. Bayu Marhaenjati/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait