Menhan: Indonesia Ingin Wujudkan Industri Pertahanan Mandiri

DetikSport Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan bangsa ini ingin mewujudkan industri pertahanan yang mandiri. Dengan kebijakan seperti itu, diharapkan ketergantungan pada barang impor semakin lama semakin berkurang. “Kita ingin mewujudkan industri pertahanan yang kuat, mandiri dan berdaya saing,” kata Ryamizard dalam seminar mengenai industri pertahanan di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Kamis (3/11). Ia menjelaskan membangun industri yang mandiri mencakup tiga sasaran. Pertama , terwujudnya industri strategis nasional guna mendukung kepentingan pertahanan. Kedua , terwujudnya industri pertahanan dalam negeri guna pemenuhanan Alat Peralatan Pertahanan (Alpalhan) dan mendukung produksi alat peralatan yang menunjang perekonomian nasional. Ketiga , terwujudnya penguasaan teknologi dan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan industri pertahanan. “Saat ini, ada tujuh progran industri pertahanan yang kita kembangkan. Itu terdiri jet tempur, kapal selam, medium battle tank, propelan, roket nasional, rudal nasional, dan radar nasional,” jelasnya. Sementara itu, di sela-sela pameran, PT Pindad meluncurkan Sanca yang merupakan kendaan lapis baja antiranjau. Sanca didesain untuk melakukan berbagai profil misi, memadukan ledakan tingkat tinggi dan perlindungan balistik dengan mobilitas off road . “Sansa disesuaikan denagn misi-misi baru TNI seperti penjaga perdamaian dan operasi khusus. Sanca hasil kolaborasi PT Pindad dengan Thales Bushmaster. Di dalamnya ada pengembangan konten lokal khusus yang akan menguntungkan perusahaan pertahanan Indonesia dan meningkatkan keahlian Indonesia di bidang kendaraan anti ranjau,” kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose. Robertus Wardi/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait