Menko PMK Dorong Produk Unggulan Desa

DetikSport Jakarta – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mendorong agar setiap desa membuat satu produk unggulan sebagai pemicu kemajuan ekonomi. “Adanya produk unggulan desa atau one village one product akan memicu pembangunan ekonomi strategis dari desa ke tingkat kabupaten, bahkan juga di tingkat nasional. Ini yang kita sebut sebagai pembangunan dimulai dari desa,” ujar Menko PMK seusai memimpin rapat koordinasi tingkat menteri membahas dana desa dan program pendamping desa di Kantor Kemko PMK, Jakarta, Rabu (19/10). Dalam rakor ini hadir antara lain Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, serta Kepala PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro. Menteri Puan menambahkan, desa-desa saat ini sudah bisa melakukan berbagai manuver pembangunan karena sudah ada dana desa yang dijalankan sejak 2015. Jika sebelumnya dana desa difokuskan untuk infrastruktur, maka tahun ini sudah mulai digunakan untuk pemberdayaan ekonomi dan pembangunan kapasitas masyarakat desa. “Dana desa kita dorong agar benar-benar bisa menanggulangi kemiskinan, pengembangan sumber daya manusia, dan kapasitas aparat desa,” jelasnya. Kerja membangun desa, lanjut Menko Puan, membutuhkan sinergi lintas sektor, terutama 18 kementerian/lembaga yang terkait. Adapun tentang dana desa, akan dibangun sebuah perangkat bersama, yakni surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang secara khusus mengawal program dana desa. “SKB empat menteri ini meliputi Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas,” kata Puan. Dijelaskan, saat ini ada 74.754 desa yang sudah menerima dana desa dengan penyaluran tahap pertama pada Maret lalu dan tahap kedua Oktober ini. Ada juga target pemerintah yang tengah dikerjakan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah mengentaskan 5.000 desa tertingal menjadi berkembang serta ada 2.000 desa berkembang yang akan dibangun menjadi desa mandiri. “Progresnya terus kami monitor agar segera tercapai sesuai dengan road map yang dibuat. Ini mencangkup kebijakan pembangunan desa, standar pelayanan minimum desa, serta pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” tegas Menko Puan. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, sinergi kementerian dalam pembangunan desa memang sudah berjalan. Kementerian Dalam Negeri fokus menjalankan tugas meningkatkan kualitas SDM aparatur desa dan berupaya agar perangkat desa memahami manajemen desa, perencanaan desa, serta menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan. “Soal teknis perencanaan program desa, itu tugas Menteri Desa berkordinasi dengan bupati setemat. Tetapi, kita terus memantau agar perangkat desa benar-benar mampu menjalankan tugasnya dalam membuat perencanaan hingga pertanggungjawaban dana desa,” kata Tjahjo. Menteri Desa Eko Putro Sandjojo menambahkan, sejauh ini banyak progres pembangunan desa yang terjadi. Jika pada 2015 dana desa fokus pada infrastruktur, maka tahun ini sudah banyak juga yang digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa. “Pembangunan desa kami evaluasi terus dan diketahui bahwa indesks tingkat kepuasan masyarakat Indonesia mayoritas ada di desa, yakni sebesar 72%. Ini menunjukkan faktor dana desa besar sekali,” ujarnya. Eko juga mengatakan, Keementerian Desa bersama Kemdagri, Kemkeu, dan Bappenas terus melakukan sinergi, termasuk dengan kementerian teknis lain, seperti Kementerian Pertanian, yang kini fokus tugasnya ke desa-desa. “Ini sesuai arahan dari Ibu Menko PMK (Puan Maharani) agar kita gerebeg pembangunan desa. Kami di Kemdes sangat terbantu oleh Kemdagri dari kecamatan untuk mengetahui apa saja kebutuhan desa,” ujar Eko. Asni Ovier/AO BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait