Menyibak Perjalanan 25 Tahun Desainer Musa Widyatmodjo

DetikSport Jakarta – Bertahan dalam industri fesyen Indonesia selama 25 tahun bukanlah suatu hal yang mudah. Namun, salah seorang desainer ternama Indonesia, Musa Widyatmojo, berhasil melaluinya. Dalam kurun waktu tersebut, Musa behasil membangun rumah mode PT Musa Altelier dengan tiga lini bisnis fesyen yang masih kokoh hingga saat ini, yaitu M by Musa, Musa Co, dan Musa Widyatmodjo. Untuk itu, Musa berbagi kisah perjalanan karirnya dalam sebuah fashion talk yang berlangsung di The Legacy, New Playground, Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (3/11). “Bila pada hari ini saya masih dapat terus berkarya, maka keberhasilan tersebut tak lain karena banyak pihak telah membantu saya dalam perjalanan panjang, mendampingi pada saat jatuh bangun, mengalami kegagalan, memperkuat kerjasama tim, mewujudkan tanggung jawab moral, serta rasa cinta terhadap tanah air,” ucap Musa. Dalam pagelarannya, Musa membagi fashion talk dengan tiga bagian dengan total busana sebanyak 32 buah, busana ready to wear dengan brand M by Musa, busana kerja dibawah brand Musa Co, dan busana perkawinan antara kain nusantara dengan gaya modern dan kontenporer. Musa pun membuka fashion talk tersebut dengan menghadirkan koleksi 12 set busana ready to wear dalam brand M by Musa. Koleksi ini Musa menghadirkan busana coctail yang dihiasi detail batuan dan pacthwork dengan warna-warna tanah, seperti merah, coklat, dan hitam. Di sela fashion show tersebut, Musa menyebutkan detail tersebut dihadirkan karena masyarakat Indonesia menyukai hal itu. Pada bagian kedua, Musa menampilkan karyanya dalam menggabungkan dunia fashion dengan korporasi dalam brand Musa Co. Ia menampilkan karyanya dalam mendesain pakaian pegawai Bank BCA, BNI, dan Danamon. Di sela fashion show, Musa menjelaskan penggabungan antara dunia fashion dan korporasi sangat jarang disentuh oleh para desainer. Padahal, peluang di bidang tersebut sangat besar dan banyak permintaan dari korporasi. Hal itu karena saat ini korporasi menginginkan pakaian kerja yang tidak hanya ready to wear, tapi juga fashionable. Sedangkan pada bagian ketiga, Musa menghadikan koleksi brand Musa Widyatmodjo yang merupakan penggabungan antara kain tradisional dengan sentuhan modern dan kontemporer. “Sekitar 25 tahun silam atau pada 1991, saya mulai membangun label M by Musa, memasuki bidang ini dari nol. Waktu itu, tidak pernah memikirkan apakah karya saya bisa diterima oleh masyarakat. Yang terpikir hanyalah membuat karya dan berusaha mencari bentuk melalui berbagai eksperimen hingga kemudian memiliki berbagai line fashion,” kata dia. Hal itu, lanjut dia, ternyata banyak rintangan yang harus dilalui. “Komponen dalam membuat ready to wear itu paling rumit, mau dilihat dari sudut pandang mana saja kendalanya banyak, mulai dari sisi kreatif, marketing, pasar hingga konsumen hampir semuanya sangat menguras tenaga,” kata Musa. Kini setelah 25 tahun berkarir, Musa mengaku ingin memajukan fashion Indonesia seperti yang dilakukanya dalam membangun The Legacy, New Playground, Lippo Mall Kemang, Jakarta. Gerai seluas 3850 meter persegi yang didedikasikan oleh Lippo Group untuk menampilkan produk fashion duluxe Indonesia. Musa mengatakan, dirinya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh Lippo Mall Kemang, sebab belum ada sebuah mall memberikan lahan seluas ini di lantai dasar untuk produk deluxe Indonesia. Pihak Lippo Mall Kemang juga bahkan memberikan area untuk Musa yang berpartner dengan dua sahabatnya Amy Wirabudi (fashion expert) dan Vadiel Mekha Azzuri (PR) membangun NEXT STEP sebuah konsultan yang ditujukan untuk membantu label lokal dalam membangun usaha mereka. “Mimpi saya akan membawa setidaknya 80 brand lokal untuk tampil di The Legacy New Playgrund, Lippo Mall Kemang. Saat ini, baru ada sekitar 40an brand, dan sampai akhir tahun ini setidaknya akan ada 10 lagi. Salah satunya adalah brand milik Ivan Gunawan,” tambahnya. Indah Handayani/FER Investor Daily

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait