Pemerintah Tetap Optimistis Ekonomi 2016 Tumbuh 5,2%

DetikSport Jakarta – Pemerintah tetap optimistis, ekonomi Indonesia tahun ini bisa tumbuh 5,2%, sesuai target yang ditetapkan dalam APBN-P 2016. Konsumsi rumah tangga masih akan menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut, di samping investasi langsung asing ( foreign direct investment/ FDI) yang meningkat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tidak terlalu risau atas keputusan sejumlah lembaga internasional, seperti Bank Dunia yang meproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya sebesar 5,1%. “Ya biar saja (proyeksi Bank Dunia) turun lagi. Kami masih tetap sama tahun ini,” kata dia di Jakarta, baru-baru ini. Menurut dia, lembaga-lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Indonesia (IMF) setiap melakukan pengukuran terhadap kondisi ekonomi suatu negara, hanya sebatas menafsirkan data yang terlihat. Namun, tidak melakukan penghitungan secara mendalam. “Jadi World Bank dan IMF bisa punya model begitu, tapi kami juga punya model sendiri. Jadi, jangan risau dengan pendapat orang lain, dia tidak lebih tahu dari pada kita,” tandas dia. Berdasarkan komposisinya, menurut Darmin, pendorong utama pertumbuhan ekonomi tetap akan berasal dari konsumsi rumah tangga. Di samping itu, juga investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI) yang meningkat. “FDI itu umumnya infrastruktur. Sektor-sektor ada, tapi paling banyak infrastruktur,” kata dia. Khusus untuk sektor pertambangan, Darmin menilai, belum banyak perubahan, meskipun harga komoditas sudah mulai meningkat sejak awal tahun ini. Pada kuartal II-2016, sektor pertambangan mengalami pertumbuhan negatif 0,76%. “Ya pokoknya kalau dari globalnya belum banyak,” kata Darmin. Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode Juli-September 2016 atau kuartal III-2016 setidaknya akan berkisar 5%. Lalu, tidak terutup kemungkinan pada kuartal berikutnya atau Oktober-Desember 2016 akan melebihi angka tersebut. Ke depan, lanjut Darmin, kondisi perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh. Program pengampunan pajak (tax amnesty) yang kini telah memasuki tahap dua juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Pada kuartal III tahun ini ekonomi nasional akan tumbuh sampai 5%,” kata dia. Program tax amnesty, menurut dia, adalah salah satu terobosan pemerintah untuk memulihkan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang lemah. Selain uang tebusan yang menambah kas negara, kebijakan ini juga menyediakan fitur-fitur menguntungkan tidak hanya bagi negara tetapi juga warganya. Untuk mempercepat pembangunan nasional, pemerintah menyediakan berbagai macam instrumen investasi melalui program tax amnesty. Darmin menekankan, program tax amnesty sudah jelas akan memberi kontribusi positif terhadap negeri ini. Sudah Tepat Sebelumnya, Bank Dunia mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1% tahun ini meski pemerintah telah memangkas anggaran belanja Rp 133,8 triliun. Proyeksi ini sedikit di atas perkiraan pemerintah yang sebesar 5%. Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update bertajuk “Reducing Vulnerabilities”, Bank Dunia menyebutkan meningkatnya konsumsi swasta, nilai tukar rupiah yang relatif stabil, dukungan fiskal termasuk batas pendapatan tidak kena pajak (PTKP) yang naik, serta percepatan belanja pemerintah, akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ekonom senior Bank Dunia untuk Indonesia Hans Anand Beck menyatakan, langkah pemangkasan anggaran sebagai langkah konservatif sudah tepat di tengah risiko kelanjutan perkembangan ekonomi dunia, perdagangan global, harga komoditas serta kelanjutan ketidakpastian dari The Fed di AS. “Dari sisi fiskal, kami telah mengamati detail APBN-P 2016 dan kami menyadari ada pemangkasan anggaran tidak lain karena proyeksi penerimaan yang diperkirakan shortfall Rp 219 triliun. Menteri Keuangan memilih pelebaran defisit fiskal hingga 2,7% PDB dan ini sejalan dengan baseline proyeksi pertumbuhan ekonomi maupun fiskal dari kami,” kata Hans. Yosi Winosa/NAS Investor Daily

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait