Penjualan Mobil Pacu Kinerja Astra

DetikSport JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) diproyeksi melanjutkan peningkatan penjualan mobil, seiring kehadiran produk baru. Pertumbuhan volume penjualan tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan tahun ini. RHB OSK Securities memperkirakan peningkatan pendapatan Astra menjadi Rp 185,67 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 184,19 triliun. Laba bersih diharapkan bertumbuh menjadi Rp 17,01 triliun dari Rp 14,46 triliun. Analis RHB OSK Securities Andrey Wijaya mengungkapkan, penjualan mobil secara wholesale Astra International diperkirakan menguat ke depan, seiring dengan tingginya volume penjualan ritel pada Agustus 2016. “Lonjakan volum penjualan mobil perseroan ditopang atas kehadiran produk baru MPV murah Toyota Cayla dan Daihatsu Sigra yang sudah diluncurkan pada Juli lalu,” tulis Andrey dalam risetnya, baru-baru ini. Sementara itu, berdasarkan data perseroan terungkap bahwa penjualan wholesale mobil perseroan melonjak 54% pada Agustus 2016 dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan penjualan sepeda motor meningkat sekitar 91%, dibandingkan bulan Juli 2016. Penjualan mobil dan motor perseroan naik masing-masing menjadi 368 ribu unit dan 2,75 juta unit hingga terhitung sejak awal tahun hingga Agustus 2016. Kenaikan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan pangsa pasar mobil perseroan menjadi 53,2% dan motor menjadi 72,5%. Dia menambahkan, lonjakan volume penjualan ini diharapkan berdampak terhadap pertumbuhan pangsa pasar penjualan roda empat dan roda dua perseroan tahun ini. Kenaikan volume penjualan juga bakal berimbas positif terhadap peningkatan keuntungan perseroan tahun ini. Selain faktor tersebut, dia mengatakan, pertumbuhan laba didukung atas penguatan margin keuntungan penjualan mobil perseroan. Meskipun segmen penjualan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) menjadi penopang utama, margin keuntungan perseroan menunjukkan tren peningkatan. “Peningkatan margin keuntungana dipengaruhi atas penurunan diskon harga mobil setelah peluncuran beberapa produk baru bersamaan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar,” terangnya. Andrew sebelumnya menyebutkan, peningkatan penjualan mobil perseroan juga didukung atas relaksasi kredit kendaraan bermotor dan penurunan bunga kredit. Faktor ini akan menopang pertumbuhan penjualan mobil perseroan pada semester II-2016. Berbagai faktor tersebut mendorong RHB OSK Securities untuk merekomendasikan beli saham ASII dengan target harga direvisi naik dari Rp 8.500 menjadi Rp 9.000. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2017 sekitar 18 kali. Produk Baru Sementara itu, tim riset Trimegah Securities sebelumnya menyebutkan bahwa kehadiran produk Toyota Cayla dan Daihatsu Sigra akan menjadi katalis kunci terkait peningkatan penjualan mobil, pangsa pasar, dan bisnis pembiayaan Astra International tahun ini. Kehadiran dua produk baru ini akan menjadi hit besar bagi perseroan. Meskipun harga jual Daihatsu Sigra lebih mahal dibandingkan harga jual Datsun Go+, Trimegah meyakini, produk ini bakal tetap diminati konsumen, menyusul ditawarkan dengan sejumlah keunggulan dari aspek mesin, interior, dan eksterior. Bahkan, produk ini diperkirakan bisa menggerus pangsa pasar mobill Datsun Go+ ke depan. Terkait pangsa pasar mobil murah tujuh penumpang ini, dia mengatakan, bakal datang dari pengguna sepeda motor yang ingin beralih ke mobil, konsumen mobil murah yang menginginkan mobil tujuh penumpang, dan perusahaan yang menginginkan efisiensi dengan mengganti mobil Avanza menjadi Cayla atau Sigra. Kehadiran produk baru ini berpeluang mendukung pertumbuhan berkelanjutkan pangsa pasar perseroan hingga tahun 2018. Trimegah Securities memperkirakan pangpasa pasar perseroan diprediksi naik menjadi 52% tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 51%. Sedangkan pangsa pasar perseroan tahun 2017 dan 2018 diharapkan naik masing-masing menjadi 55% dan 60%. Parluhutan/PAR Investor Daily

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait