Penjualan Rumah FLPP di Palembang Naik Signifikan

DetikSport Palembang – Penjualan rumah komersil di Palembang, Sumatera Selatan, mengalami stagnasi, karena kondisi ekonomi pada 2016 ini sedang sulit. “Sekarang ini, penjualan rumah komersil mengalami stagnan, ” kata Direktur Utama PT Semadak Serunting Sakti Palembang (S3P), Abdullah Taufik di Palembang, Rabu (2/11). Menurut Taufik, kalau melihat penjualan hingga akhir Oktober 2016 ini. Jangankan mendekati, separuhnya saja tidak akan tercapai. Ia menyatakan, pada tahun lalu cukup bagus untuk rumah komersil, mewah dari kisaran Rp300 juta hingga Rp500 juta bahkan Rp 1 miliar habis terjual. “Dalam satu bulan bisa menjual 100-an unit rumah, sementara pada tahun 2016 ini cukup sulit. Kalkulasi kami hingga Desember 2016 nanti paling banyak hanya 20 unit saja, jadi anjlok,” ujarnya. Taufik menyatakan, dari angka 20 unit itu terbanyak di kisaran harga Rp300 juta, sedangkan rumah harga Rp500 juta ke atas sangat berat. “Sekarang ini ekonomi lagi sangat sulit. Ekonomi kita lagi lemah dan mudah-mudahan tahun depan bisa membaik,” tuturnya. Akan tetapi, lanjutnya, kondisi ini tidak berpengaruh terhadap penjualan rumah FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) serta yang harganya di bawah Rp 200 juta. Bila tahun lalu penjualan di kelas ini laku 150 unit dan pada tahun ini naik lebih dari tiga kali lipat, mencapai 500 unit. “Jadi di bidang ini mengalami kenaikan drastis, karena masyarakat memilih rumah yang lebih murah, kemudian kalau memang perlu diperluas, atau renovasi itu baru dilakukan,” paparnya. Sebagai developer, lanjutnya memang harus masuk di kedua kelas perumahan tersebut, jadi pada saat rumah komersil dan mewah sulit, rumah murah dan menengah bisa terjual sehingga ada subsidi silang sehingga developer tidak “mati”. “Saat ini developer besar dan yang dulunya mapan dengan rumah mewah dan berkelas cukup banyak bermain di perumahan FLPP,” katanya. /FER

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait