Percepat Pembangunan Sekolah Rusak, Pemerintah Libatkan SMK

DetikSport Jakarta – Sekolah merupakan sarana yang sangat penting untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM). Tetapi masih banyak ditemukan sekolah yang tidak layak atau mirip kandang sapi di berbagai daerah. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Dirjen Dikdasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan(Dikdasmen Kemdikbud) Wowon Widaryat mengatakan, setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana untuk pembangunan sekolah atau merenovasi sekolah rusak. Namun karena tidak memiliki data, sistem tata kelola sekolah tidak merata, khusus untuk daerah terluar, terpencil, dan terdepan (3T). Wowon menyebutkan, mulai tahun ini, Pemerintah akan mengubah sistem tata kelola dengan melibatkan sekolah menengah kejuruan(SMK) untuk melakukan pendataan mengunakan aplikasi yang telah disediakan. “Kita masih banyak memiliki sekolah yang rusak karena miskin data. Kami coba melakukan perubahan untuk mendata sekolah rusak mengunakan aplikasi Android dengan melibatkan SMK. Mereka kami bimbing untuk turun ke lapangan melihat dan mendata sekolah rusak. Dan langsung melapor lewat sistem online sehingga masuk dalam Dapodik dan akan kita tindak lanjut,”kata Wowon kepada SP , Jumat (21/10). Dijelaskan Wowon, para siswa SMK yang utus merupakan siswa yang sedang melakukan magang dan sesuai dengan jurusan. Dalam hal ini jurusan bangunan. Mereka sebelum ditugaskan dibimbing oleh Direktorat Pembinaan SMK untuk mempermudah melakukan pendataan. Sehingga secara cepat dapat melaporkan jumlah sekolah rusak dan masuk dalam kategori mana seja sekolah tersebut. Apakah rusak ringan atau rusak berat. “Mereka banyak ditugaskan untuk mendata sekolah di daerah 3T. Sebab diketahui daerah tersebut masih banyak ditemukan sekolah mirip kandang ayam dengan jumlah masih tinggi, mereka melaporkan menggunakan Android,”ucapnya. Selanjutnya, Wowon juga menuturkan, setelah didata oleh siswa SMK, Pemerintah menurunkan tim untuk survei langsung di lapangan. Pasalnya, selama ini tidak ada data yang akurat tentang jumlah sekolah rusak, sehingga masih banyak siswa yang harus mengejar impian di sekolah tidak layak. Lebih lanjut, ia juga mengatakan, melibatkan SMK sebagai salah satu cara menghemat anggaran negara karena secara tidak langsung Pemerintah mendanai kegiatan magang atau praktik siswa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Untuk dana, Wowon menuturkan, Pemerintah akan menaikkan tiga kali lipat total anggaran pembangunan dan perbaikan sekolah untuk 2017. Diketahui saat ini total anggaran yang dialokasikan sebanyak Rp 1,3 triliun. Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan pembangunan sekolah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak, tapi harus dibangun secara keroyokan atau lintas kementerian dan pemerintah daerah. Salah satunya, dengan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut melakukan pembangunan sekolah. “Dana untuk pembangunan fisik sekolah itu masuk ke dalam dana transfer daerah yang totalnya sekitar sekitar 65 persen, sehingga Kemdikbud hanya melakukan pembangunan fisik terbatas dan darurat. Maka harus keroyokan,” ujarnya. Dijelaskan Muhadjir, fokus pada sekolah rusak sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo(Jokowi), untuk fokus pada revitalisasi dan rehabilitasi sekolah yang mengalami masalah dan mengganggu proses KBM, khusunya pada sekolah rusak fatal. Untuk itu, Kemdikbud menargetkan pada 2017 melakukan rehabilitasi sebanyak 42.000 ruang kelas, renovasi sebanyak 305 sekola, dan pembangunan 221 unit sekolah baru. Maria Fatima Bona/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait