Peringati Sumpah Pemuda, UPH Kembali Deklarasikan Gerakan “No SAD”

DetikSport Tangerang – Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali mendeklarasikan “UPH Abstinence Campaign” untuk memerangi sex, alcohol, and drugs (SAD) untuk memperingati Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2016, Deklarasi berlangsung di Taman Kampus UPH Karawaci, Tangerang, Kamis (27/10). Gerakan tersebut pernah digaungkan pada 2015 dan ditegaskan kembali dengan penandatanganan nota kesepahamam antara UPH dengan BNN pada Februari 2016. Tahun ini “UPH Abstinence Campaign” mengangkat tema “Designed for Dignity” yang dituangkan dalam beragam acara. Gerakan tersebut dilatarbelakangi tingginya permasalahan seks, alkohol, dan narkoba di kalangan pemuda Indonesia, tidak terkecuali di lingkungan kampus. Untuk menarik perhatian mahasiswa terhadap gerakan ini, Departemen Student Life UPH mengadakan serangkaian seminar untuk membuka wawasan dengan menghadirkan nara sumber, yakni Stephen Vincent dari Yayasan Breaktrough Mission Indonesia untuk membahas anti-narkoba, Fuad Baraja dari Komisi Pengendalian Tembakau, serta seminar “LGBT and Human Sexuality” oleh pendeta Albert Mitchell Moore MDiv, wakil rektor bidang kemahasiswaan UPH. Gerakan tersebut didukung 300 student leaders UPH dari berbagai fakultas. Mereka sekaligus menjadi duta gerakan ini untuk mahasiswa di kampus dan di lingkungan tempat tinggal. Dalam pidato pembukaan kampanye, Albert Mitchell Moore mengingatkan bahwa semua manusia begitu berharga, penting, dan memiliki tujuan spesifik dari Tuhan. “Kalian telah didesain dengan martabat ( dignity ). Tuhan berkata bahwa kita manusia telah diciptakan dengan tujuan yang spesifik untuk memuliakan nama Tuhan. Untuk itu ketika kita keluar dari tujuan spesifik kita, dan berkata ya pada SAD, maka hidup kita akan rusak,” tegas Moore. Moore berharap melalui kampanye tersebut, setiap individu terus mengingat bahwa telah diciptakan Tuhan dengan bermartabat dan memiliki tujuan yang telah ditetapkan Tuhan. Ia juga mengingatkan agar setiap individu terus bersandar pada kasih Tuhan agar terus diperbarui. Tidak hanya Moore, Rektor UPH Jonathan Parapak, juga mendukung penuh gerakan tersebut dengan mengajak seluruh mahasiswa membaca deklarasi kampanye “Designed for Dignity”. “Kita memperingati hari Sumpah Pemuda, tepatnya pada 28 Oktober 2016. Untuk itu mari kita peringati Sumpah Pemuda ini dengan komitmen kita untuk hidup bebas dari narkoba, alkohol, seks bebas, dan rokok, dan bersama-sama mengucapkan janji deklarasi,” ajak Jonathan. Selain pembacaan deklarasi, mahasiswa UPH mempersembahkan tarian dari beberapa daerah dengan kostum daerah setempat sebagai apresisasi terhadap Sumpah Pemuda, sekaligus wujud kebersamaan untuk memerangi SAD. Anselmus Bata/AB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait