Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Pedofilia di Kediri

DetikSport Kediri – Sugeng (56), warga Dusun Wangkal Kidul, Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, tersangka pelaku pencabulan belasan anak gadis di Kediri, diringkus tim buru sergap Unit Reskrim Polsek Kota Kediri, Kamis (18/8). Tersangka yang selama ini tinggal di sebelah jembatan rel kereta api (KA) di Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri, ditangkap usai mencabuli BS (13) siswi kelas 6 SD sebagai korban nafsu bejatnya yang terakhir. “Mulanya tersangka pelaku mengelabui korbannya warga Jalan Tembus Kaliombo, Kota Kediri yang masih ingusan dengan ajakan akan dibelikan handphone terbaru asal menurut ajakannya,” ujar Kasubag Humas Polres Kediri AKP Anwar Iskandar dalam keterangan persnya, Kamis (18/8). Gadis yang kemudian dibawanya menjauh di tempat sepi itu kemudian dibawah ancaman kekerasan, korban tidak mampu menolak saat lelaki yang lebih tua dari ayahnya itu dengan leluasa mencabulinya hingga mencapai orgasme. Korban kemudian disuruh kembali pulang dan diminta untuk tidak menceriterakan yang dialaminya kepada siapapun termasuk orang tuanya. Ia menjanjikan akan membelikan handphonenya esok harinya. Saksi korban yang alat vitalnya sakit kemudian mengadukan kepada orang tuanya. Tidak terima atas kebejatan moral tersangka, orang tua BS mengadukan aib itu kepada petugas Babinkamtibmas. Petugas Polsek Kota Kediri selanjutnya meringkus pelaku di rumah kontrakannya di dekat jembatan rel KA Kaliombo. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui sudah melakukan perbuatan yang sama kepada lebih dari 10 korban anak-anak perempuan ingusan berusia antara 10-13 tahun. AKP Anwar Iskandar menjelaskan, perbuatan cabul yang dilakukan tersangka Sugeng sudah dilimpahkan ke Polres Kediri Kota. Tersangka sengaja memilih Kediri sebagai daerah pelampiasan nafsu bejatnya karena terinspirasi kasus pengusaha kontraktor Triple S, Kediri, Sonny Sandra alias Koko (63) yang dijuluki sebagai predator atas 58 remaja putri di Kediri, yang perkaranya masih dalam proses kasasi. “Tersangka mengakui memiliki gangguan kejiwaan penyimpangan perilaku seksual yang hanya ingin dilakukan dengan anak-anak (perempuan) yang belum dewasa atau pedofilia,” tambah AKP Anwar. Anwar menambahkan, Sugeng mengaku sama sekali tidak tertarik dengan perempuan dewasa. “Pelaku mengaku tidak pernah bisa terpuaskan nafsu birahinya dengan (mantan) isterinya dan justru puas bila mencabuli anak-anak gadis SD yang masih polos,” tambahnya. Aries Sudiono/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait