PT LI Tolak Berikan Sanksi Kepada PSMS

DetikSport – Ketua Umum PSMS Medan, Indra Sakti Harahap, masih bisa berleha-leha meski terus dituntut 11 pemainnya untuk segera menyelesaikan tunggakan gaji selama 10 bulan. Pasalnya, PT Liga Indonesia (PT LI) selaku operator kompetisi Divisi Utama, menolak memberikan sanksi bagi Ayam Kinantan- julukan PSMS- lantaran menilai bukan menjadi wewenangnya. Hal tersebut, diungkapkan CEO PT LI yang juga menjabat sebagai Sekjen PSSI, Djoko Driyono. “Yang pasti, itu karena PT LI bukanlah badan peradilan. Tugas kami hanya memproteksi kontrak antara pemain dan klub. Jika ada persoalan dalam sebuah rumah tangga, bapak RT (Rukun Tetangga) tidak boleh terburu-buru mengambil langkah ataupun tindakan. Sebab, tugasnya hanya boleh mengawasinya saja,” kata Djoko Driyono. “Kasus tersebut, sebenarnya biasa aja. Sama saja dengan pemain-pemain lain. Kami berharap, persoalan ini bisa secepatnya selesai. Besok saya menerima para pemain lantaran karena cukup gaduh di media. Selain itu, anggapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) jangan dikait-kaitkan,” lanjutnya. 11 pemain PSMS, masing-masing Erwin Ramadhana (penjaga gawang), Ardana Siregar (kiper), Zulham Saputra (kiper), Dodi (stoper), Hardiyantono (kapten, stoper), Alamsyah Nasution (gelandang), Susanto (bek), Aidun Sastrautami (gelandang), Tri Hardiansyah (gelandang), M Irvan (gelandang) dan Wiganda Pradika (bek), sudah berada di Jakarta sejak Senin (10/6). Diakui Erwin, rombongan terlunta-lunta selama dua hari di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Senayan. Selama belum mendapatkan kepastian pembayaran gaji, Erwin dan kawan-kawan sepakat untuk tetap bertahan di Jakarta. (esa/dzi)

Sumber: Bola.net

Pos Terkait