Real Estate Expo Incar Transaksi Rp 3 Triliun

DetikSport JAKARTA – Para pelaku bisnis properti meyakini pasar properti akan membaik mulai akhir tahun 2016. Hal ini didorong oleh penerapan prngampunan pajak (tax amnesty) yang memasuki periode kedua pada Oktober 2016. Merespons kondisi pasar yang membaik, PT Debindomulti Adhiswati, DPP Real Estate Indonesia, dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) menggelar pameran properti Real Estate Ekspo 2016 di Jakarta Convention Center pada 9-16 oktober 2016. “Ini juga bertepatan dengan momentum era bunga kredit murah sebagai dampak positif kebijakan regulator seperti Bank Indonesia dengan BI Rate-nya, Otoritas Jasa Keuangan dengan capping rate, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tingkat penjaminan maksimum,” kata Ketua DPP REI Eddy Hussy di Jakarta, akhir pekan lalu. Eddy mengatakan, pada pameran tahunan ini, pihaknya berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 2 triliun pada tahun lalu. Sementara, saat digelar pada April 2016, jumlah transaksi menembus Rp 2,8 triliun. “Kali ini kita yakin bisa menembus angka Rp 3 triliun. Karena momentumnya sangat baik yakni saat tax amnesty,” katanya. Eddy juga mengatakan, setelah BI mengubah suku bunga acuan dari BI rate menjadi BI 7 Day Reverse Repo pada 19 Agustus 2016, secara bertahap suku bunga KPR mengalami penurunan sehingga suku bunga pada Oktober ini lebih rendah dari bulan sebelumnya. Dia menjelaskan, bank-bank terkemuka penyedia layanan kredit pemilikan rumah (KPR) menyatakan tren positif pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun 2016. Hal itu didorong oleh implementasi paket-paket terobosan kebijakan pemerintah dan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia. “Ini menjadi pemacu pertumbuhan pasokan properti dengan trend harga murah dan persyaratan mudah,” katanya. Laila Ramdhini/EDO Investor Daily

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait