Resmi, Dua Pemain Semen Padang Dihukum Larangan Bertanding Enam Bulan

DetikSport Laporan Wartawan SuperBall.id, Mochamad Hary Prasetya SUPERBALL.ID, JAKARTA – Komisi Disiplin Indonesia Soccer Championship sudah mengeluarkan hasil sidang kedelapan yang dilakukan pada 13 Juni 2016. Salah satu isi dari hasil sidang itu adalah larangan bertanding selama enam bulan untuk dua pemain Semen Padang , Jandia Eka Putra dan Christhover Manuel Sibi tehitung mulai keputusan dikeluarkan yakni Sabtu (18/6/2016). Kedua pemain itu terbukti melakukan aksi penyerangan kepada ofisial wasit ketika pertandingan melawan Perseru pada 11 Juni 2016. Untuk Jandia Eka terkena Pasal 46 dan 72 Kode Disiplin ISC karena melakukan tingkah laku buruk dan penyerangan terhadap wasit. Salah satu rekannya di Semen Padang , Christhover Manuel Sibi, terbukti melakukan pemukulan kepada wasit sehingga terkena Pasal 46 Kode Disiplin ISC. Selain kedua pemain Semen Padang ada salah satu pemain PSPS Riau, Muhamad Renggur, yang harus menjalani hukuman yang sama dengan Jandia dan Sibi, yakni enam bulan larangan bermain. Renggur terbukti melakukan aksi pemukulan terhadap wasit dan terkena Pasal 41 dan 43 Kode Disiplin ISC. Jandia Eka Pernah Masuk Nominasi Pemain Terbaik Pelatih Danurwindo mengatakan ada lima kandidat calon pemain terbaik Piala Jenderal Sudirman. Sebelumnya Mahaka Sports & Entertainment selaku operator Piala Jenderal Sudirman hanya menyebutkan empat nama yang akan menjadi pemain terbaik. Ke empat nama itu adalah M Nur Iskandar dari Semen Padang , Rizki Pellu dan Yanto Basna dari Mitra Kukar serta Cristian Gonzales dari Arema Cronus. Satu nama baru adalah Jandia Eka Putra yang merupakan kiper Semen Padang . Danurwindo dipercaya Mahaka untuk menyaring lima pemain yang akan menjadi pemain terbaik Piala Jenderal Sudirman. Kelima pemain itu tidak hanya dipilih oleh Danurwindo saja tetapi juga dengan pelatih Persiba Balikpapan, Eduard Tjong. “Sebenarnya dari awal memang Jandia Eka Putra masuk dalam daftar pemain terbaik tetapi mungkin waktu itu Mahaka lupa jadi hanya empat yang disebutkan,” kata Danurwindo, Sabtu (23/1/2016) di Jakarta. Danurwindo dan Eduard Tjong sempat dibuat bingung dalam memilih pemain terbaik antara Jandia atau kiper Mitra Kukar, Shahar Ginanjar, yang akan menjadi calon nominasi pemain terbaik. Namun kedua pelatih itu akhirnya sudah menemukan poin-poin tertentu dari kedua pemain ini untuk siapa yang pantas menjadi nominasi pemain terbaik. “Awalnya sulit untuk memilih keduanya namun akhirnya kita bisa memilih salah satu dari mereka,” kata Danurwindo. “Jandia lebih aktif berkomunikasi dengan pemain belakang sedangkan Shahar hanya lebih tenang,” ucapnya. Aktifnya komunikasi Jandia kepada lini belakang membuat kedua pelatih ini memilih Jandia sebagai calon nominasi pemain terbaik.(*)

Sumber: TribunNews

Pos Terkait