Review: Trigol Bologna Runtuhkan Giuseppe Meazza

DetikSport – Internazionale menjamu Bologna FC dalam lanjutan kompetisi Serie A dengan mematok target menang setelah hanya sanggup meraup satu poin dalam lima pertandingan terakhir, termasuk ditekuk juru kunci Novara 0-1 di kandang sendiri pada pertandingan sebelumnya. Episode buruk Inter menjadi semakin buruk, karena mereka digulung Bologna dengan tiga gol tanpa balas! Inter menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan Julio Cesar, Maicon, Lucio, Ranocchia, Nagatomo, Zanetti, Cambiasso, Faraoni, Sneijder, Forlan dan Pazzini sebagai starter, sedangkan Castellazzi, Chivu, Poli, Palombo, Obi, Zarate serta Castaignos berderet di bangku cadangan. Bologna memakai pola 3-4-2-1 dengan Gillet, Raggi, Portanova, Antonsson, Garics, Perez, Mudingayi, Morleo, Ramirez, Diamanti serta Di Vaio sebagai starter, sedangkan Agliardi, Taider, Pulzetti, Cherubin, Kone, Rubin dan Acquafresca duduk di bangku cadangan. Inter mendominasi babak pertama, tapi Bologna sukses memimpin dua gol lewat dua serangan balik sebelum jeda. Di 30 menit pertama, Inter menciptakan sejumlah peluang lewat tendangan-tendangan jarak jauh Wesley Sneijder , sejumlah tusukan Forlan dan Pazzini dari dalam kotak penalti serta dua sundulan jarak dekat Maicon , tapi tidak ada yang menghasilkan gol. Pada menit ke-37, Lucio melakukan kesalahan fatal yang membuat Ramirez bisa bebas masuk dari sisi kiri. Dia lalu mengoper pada Marco Di Vaio yang mempunyai cukup ruang di dalam kotak penalti Inter untuk mengontrol bola dan menaklukkan Julio Cesar dengan tenang. 1-0 untuk Bologna dan bayang-bayang kekalahan dari Novara pun mulai menghinggapi publik Giuseppe Meazza . Hanya semenit berselang, Bologna mengirim umpan panjang ke daerah pertahanan Inter yang berhasil dibaca oleh Andrea Ranocchia , yang lalu mengontrol bola dengan dada. Sayangnya, dia tak menyadari keberadaan Marco Di Vaio yang berlari di belakangnya. Striker veteran itu berhasil mencuri bola dan melesakkannya ke dalam gawang. 2-0 untuk Bologna dan Inter pun semakin tenggelam dalam keputusasaan. Babak pertama berakhir dan para pemain Inter memasuki ruang ganti dengan diiringi siulan dan ejekan para suporternya sendiri. Di babak kedua, tidak ada perubahan berarti pada Inter dari segi permainan. Masuknya Poli menggantikan Forlan dan Castaignos menggantikan Faraoni pun tidak bisa membantu Inter membongkar tembok pertahanan Bologna. Pada menit ke-67, Sneijder melakukan tendangan bebas di ujung kotak penalti Bologna. Bola melengkung ke jantung pertahanan Bologna dan menemui kepala Ranocchia, tapi sundulannya dari jarak dekat berhasil ditepis Gillet dengan refleks yang luar biasa. Inter mendominasi penuh pertandingan sampai-sampai Julio Cesar yang berdiri di bawah mistar pun nyaris tak kelihatan di layar televisi. Tekanan terus dilancarkan, tapi tak ada gol yang tercipta. Itu sungguh membuat para pemain Inter frustasi! Memasuki menit ke-86, kurangnya konsentrasi barisan pertahanan Inter membuat Robert Acquafresca bebas masuk ke kotak penalti dan menendang keras melewati hadangan Julio Cesar. 3-0 untuk Bologna dan game over untuk Inter. Skor 3-0 bertahan hingga akhir pertandingan dan Bologna pun pulang dari Giuseppe Meazza dengan tiga angka. Selanjutnya, Inter akan melawat ke Stade Velodrome (23/2) untuk menantang tuan rumah Marseille di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Tapi, sebelum itu, pelatih Claudio Ranieri harus membenahi mental para pasukannya terlebih dahulu. (bola/gia)

Sumber: Bola.net

Pos Terkait