Serangan Koalisi Arab di Yaman Tewaskan 60 Orang

DetikSport Sanaa – Serangan udara oleh koalisi Arab Saudi ke sebuah penjara di Yaman hari Sabtu (29/10) malam telah menewaskan setidaknya 60 orang dan melukai 38 orang. Penjara yang menahan 84 narapidana itu, diserang sampai tiga kali saat hampir tengah malam. Lokasi penjara terletak di sebuah kompleks keamanan di kota yang dikuasai pemberontak Houthi, Al-Hudaydah. Penjara itu menjadi bangunan keamanan pusat yang digunakan sebagai pusat komando militer oleh Houthi dalam pertempurannya. “Bangunan ini digunakan oleh militan Houthi dan pasukannya untuk menggulingkan presiden sebagai pusat komandu dan kontrol untuk operasi militer mereka,” sebut pernyataan koalisi, merujuk kepada mantan presiden Yaman sekaligus sekutu Houthi, Ali Abdullah Saleh. “Kepemimpinan pasukan koalisi menegaskan bahwa protokol-protokol dan prosedur telah sepenuhnya diikuti,” tambah pernyataan koalisi. Koalisi pimpinan Saudi telah bertempur melawan gerakan Houthi Yaman sejak Maret 2015. Mereka ingin memulihkan pengakuan internasional atas Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang telah diasingkan oleh kelompok Houthi sebagai sekutu Iran pada akhir 2014. Seorang saksi dari penjara itu menyatakan keseluruhan bangunan telah hancur dan petugas terpaksa menarik jenazah mereka dari reruntuhan. Banyak korban tewas kehilangan anggota tubuh atau masih tertimbun bangunan. Salah satu serangan menargetkan penjara secara langsung, sedangkan dua serangan lain menembak ke arah gerbang penjara di dekat gedung administrasi. Berdasarkan kantor berita Jerman, Ruptly, serangan koalisi Saudi juga mengenai pelabuhan Hudaydah. Sejumlah bagian pelabuhan hancur karena tembakan mortir dan masih tampak berasap. Serangan udara kali ini adalah salah satu yang paling mematikan diantara ribuan aksi pengeboman. Tahun lalu, Arab Saudi dan koalisinya dari negara-negara Arab mulai mengebom Houthi untuk melemahkan pasukan mereka, tapi serangan itu belum berhasil mengusir Houthi dari ibu kota Sanaa. Sebaliknya, serangan koalisi Saudi berulang kali mengenai sekolah, pasar, rumah sakit, dan permukiman sehingga menewaskan banyak warga sipil. Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, kebanyakan warga sipil. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut bom-bom dari koalisi Saudi menjadi penyebab kematian banyak warga sipil. Beberapa jam sebelum serangan di Al Hudaydah, setidaknya 18 orang, beberapa diantaranya anak-anak, telah tewas dalam serangan udara koalisi di kota sebelah barat, Taiz. Natasia Christy Wahyuni/WIR Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait