Siloam Lippo Village Terbitkan Buku Penyakit MS

DetikSport Jakarta – Pernahkah Anda mendengar istilah Multiple Sclerosis ? Tidak perlu berkecil hati jika istilah ini masih asing bagi Anda. Sebab, Multiple Sclerosis atau disingkat MS adalah nama penyakit yang memang jarang terjadi di Indonesia, bahkan juga oleh penduduk di negara benua Asia. Penyakit ini kebanyakan menyerang orang di benua Eropa, negara-negara Amerika Utara, Australia, dan Selandia Baru. Hal ini diperkiraan terjadi karena faktor iklim, di mana daerah beriklim sedang lima kali lebih sering terjadi dibanding daerah beriklim tropis. Di Amerika Serikat, menurut National Multiple Sclerosis Society, terdapat 10.000 sampai 15.000 penderita MS baru tiap tahunnya. Indonesia belum ada data pasti berapa jumlah penderita MS. Tetapi di Siloam Lippo Village, tim spesialis saraf telah menangani puluhan penderita MS, dan kasusnya cenderung meningkat. Karena jarang terjadi, pengetahuan orang Indonesia tentang penyakit ini pun masih minim. Akibatnya, beberapa penderita tidak terdiagnosa sejak dini, hingga akhir ditemukan sudah mengalami kelumpuhan. Kurangnya informasi mengenai penyakit MS di Indonesia menggerakan Dokter Spesialis Saraf Siloam Lippo Village, Yusak Manggara Tua Siahaan, dan seorang penderita sekaligus pejuang MS, Theophilia Edwinda Prasasti atau lebih dikenal dengan Winda Napitupulu menulis sebuah buku berjudul “Menyibak Seribu Wajah Multiple Sclerosis.” Buku ini diluncurkan di Siloam Lippo Village, Karawaci, Jumat (11/11). Buku berjumlah 90 halaman ini mengupas semua hal yang berkaitan dengan MS. Mulai dari apa itu MS secara medis, siapa yang berisiko terkena, mengapa bisa terkena, mengenal gejala-gejalanya, hingga pengobatan dan tips sehat. “Buku ini menyediakan informasi penting mengenai MS dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dimengerti masyarakat awam. Kami harapkan buku ini bisa jadi referensi bagi mereka yang membutuhkan, dan semoga membawa perubahan positif, terutama dalam menyikapi penyakit MS,” kata Yusak. Beberapa bagian dari buku ini menjelaskan, MS termasuk penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh kita sendiri menyerang dan merusak, bahkan sampai menghancurkan myelin atau selubung saraf. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tetapi pada perempuan empat kali lipat lebih berisiko. Penyakit ini diderita dalam waktu lama, bahkan seumur hidup. Hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan yang ada hanya untuk menekan respon imun dan mengendalikan gejala yang timbul, sehingga pasien tetap produktif. Selain berisi penjelasan tentang MS dari kacamata medis, buku ini juga menampilkan kisah inspiratif dari penulis, Winda Napitupulu. Dengan MS, penulis merasa hidupnya justru makin berwarna, meski dengan keterbatasan fisiknya saat ini. Ia juga membagikan tips buat para caregivers (keluarga dan sahabat) penyandang MS, apa yang perlu diketahui dan dilakukan untuk mendampingi mereka. Winda berharap penyandang MS yang membaca buku ini termotivasi untuk tetap semangat menapaki masa depan. Berdamai dengan MS adalah cara paling baik, menurut Winda, bagi penyandang MS untuk tetap semangat dan memiliki kualitas hidup. MS bukanlah akhir dari segalanya. Dina Manafe/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait