Sucofindo dan Kemperin Bantu IKM Peroleh Sertifikat SNI

DetikSport Jakarta –PT (Persero) Sucofindo dan Kementerian Perindustrian (Kemperin) bekerja sama memberikan bimbingan teknis penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk 90 industri kecil menengah (IKM) di sejumlah daerah. Langkah tersebut ditempuh agar produk yang dihasilkan IKM memenuhi SNI dan mampu bersaing dengan produk sejenis yang ada di pasaran. Direktur Utama Sucofindo, Bachder Djohan Buddin pada acara Sertifikasi dan Pelatihan Standarisasi Produk IKM Guna Meningkatkan Daya Saing Produk Indonesia di Jakarta, Kamis (29/9), mengatakan, kegiatan ini bertujuan mendukung kebijakan pemerintah mengenai kemudahan berusaha bagi IKM dan dalam penerapan SNI wajib bagi produk IKM. Untuk itu, tuturnya, Sucofindo terus berkomitmen memberikan kontribusi pada pengembangan ekonomi kerakyatan. Dikatakan, Pemerintah telah menetapkan SNI untuk beberapa jenis produk dalam rangka perlindungan konsumen. Standar ini juga berlaku untuk produk yang diproduksi oleh Industri Kecil dan Menengah, ujar Bachder. Bachder menjelaskan, sebagai perusahaan inspeksi, pengujian, sertifikasi, dan pelatihan yang telah terakreditasi, Sucofindo berbagi manfaat akan perannya tersebut dengan memberikan bantuan pelatihan untuk sekitar 90 IKM dan sertifikasi gratis kepada 20 IKM yang telah siap dalam rangka meningkatkan daya saing produknya. Ia menjelaskan, biaya sertifikasi yang ditanggung oleh Sucofindo ini merupakan wujud nyata perusahaan untuk memberikan bantuan kepada IKM di Indonesia agar lebih siap lagi dalam menghadapi persaingan bisnis di luar maupun di dalam negeri. Sementara itu, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan,Direktorat Jenderal IKM Kemperin bekerja sama dengan Sucofindo, melalui program corporate social responsibilities (CSR) dari Sucofindo untuk memberikan bantuan pelatihan bagi IKM dan sertifikasi gratis kepada 20 IKM. Gati menjelaskan, hal ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing IKM di dalam dan luar negeri. Di sisi lain, IKM memerlukan dukungan berupa pelatihan, pendampingan, serta bimbingan teknis guna mempersiapkan sertifikasi produknya. Paulus Nitbani/PCN BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait