Tanpa Pemain ISL, Program Pelatnas Tak Terganggu

DetikSport – Meski sejauh ini belum bergabung dengan pemusatan pelatihan Timnas Senior di Yogyakarta, para pemain yang merumput di kompetisi Indonesia Super League , masih terus dinantikan. Namun demikian, belum hadirnya mereka tidak sampai mengganggu program latihan Timnas. “Sembari menanti mereka, kami tetap melaksanakan program-program latihan, yang telah disusun tim pelatih,” tegas Direktur Operasional Timnas, Ferry Kodrat . Sebelumnya, sejak 16 April lalu, para pemain telah memasuki pemusatan pelatihan, yang diadakan di Hotel Edelweiss, Yogyakarta. Pemusatan pelatihan yang direncanakan bakal berlangsung sampai 11 Mei 2012 ini bertujuan mempersiapkan Skuad Garuda yang akan terjun di Al-Nakbah International Tournament . Di pemusatan pelatihan ini, 45 orang pemain dipanggil. Mereka terdiri dari sembilan pemain yang berlaga di luar negeri, 12 pemain yang bermain di kompetisi Indonesia Super League dan 24 pemain yang merumput di kompetisi Indonesia Premier League. Dipanggilnya pemain yang berkompetisi di kompetisi Indonesia Super League, merupakan bentuk upaya rekonsiliasi dari PSSI. Namun sayang, upaya ini tidak berlangsung mulus. Ajakan bergabung dengan timnas harus bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, dengan berbagai alasan, klub enggan melepas mereka untuk bergabung dengan Timnas. Bukan hanya klub-klub ISL yang enggan melepas pemainnya ke Timnas. Empat pemain CS. Visse, klub Belgia yang dimiliki oleh keluarga Bakrie, dipastikan tidak bisa memperkuat Timnas, karena juga tidak dilepas oleh timnya. Sementara itu, menanggapi beredarnya kabar bahwa klub-klub ISL sengaja tidak melepas pemainnya, Koordinator Timnas, Bob Hippy angkat suara. “Ini menunjukkan bahwa para pemain masih memiliki jiwa nasionalis. Sementara itu, nasionalisme para pengurus klub mereka, saya tidak tahu,” ketusnya. (den/dzi)

Sumber: Bola.net

Pos Terkait