Tidak Diakui, PSM Makassar 1915 Protes PSSI-KPSI

DetikSport – Manajemen PSM Makassar 1915 kecewa atas sikap Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang tidak memberikan ruang bagi timnya untuk berkompetisi di Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI). Klub bentukan Kadir Halid tersebut akan melayangkan surat protes kepada PSSI versi KPSI. “Kami akan mengirimkan surat protes kepada KPSI,” kata Sekretaris PSM Makassar 1915, Saladin Hamat Yusuf , Senin (26/3) malam. “Kami sudah terdaftar di BLAI dan saat pendaftaran telah disetujui Forum Pengurus Provinsi (FPP) PSSI. Selain itu, belum ada secara tertulis baik dari PSSI atau KPSI yang menyatakan kami ini ilegal,” lanjutnya. Saladin menambahkan, pihaknya akan mengirimkan surat protes kepada KPSI karena tim tersebut sudah resmi terdaftar di BLAI untuk berlaga di Divisi I dan masuk pada Zona Indonesia Timur. Jika BLAI sudah menyetujui berarti sudah terdaftar di KPSI. Karena BLAI berada di bawah KPSI. Saat ini, PSM Makassar 1915 tinggal menunggu jadwal kompetisi yang dihelat April mendatang. “Meski tidak dapat pengakuan, kami tetap akan menggelar latihan dan ujicoba sebelum kompetisi dimulai. Kami juga menunggu jadwal kompetisi,” ujar Saladin. Saat membentuk PSM Makassar 1915, Kadir Halid menilai bahwa klubnya itu adalah PSM yang asli yang harus turun kasta ke Divisi I sesuai hasil kongres Bali. Namun, La Nyalla Mahmud Mattalitti selaku ketua KPSI tidak beranggapan demikian. La Nyalla sudah menegaskan tidak akan merestui PSM bentukan Kadir Halid itu langsung berlaga di Divisi I. Menurut La Nyalla, PSM Makassar yang sah itu adalah klub yang kini berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL). Karena itu PSM versi Kadir diminta harus memulai kompetisi dari divisi III. “Kami tidak mengakui PSM Divisi Satu ini. Sebab, PSSI masih menganggap PSM yang sah adalah yang berada di IPL dan seharusnya terkena sanksi,” ujar La Nyalla. “Apakah PSM tandingan PSM IPL ini pernah ikut kompetisi Divisi III sebelumnya? Kalau belum, terus mengapa ngotot ingin langsung ikut kompetisi Divisi I?,” tegasnya. “Apakah pantas klub tidak pernah ikut kompetisi kok ujung-ujung masuk ke Divisi I. Kalau saya mengabulkan keinginan Kadir, berarti saya tidak konsisten dalam menjalankan aturan,” lanjutnya. (adn/end)

Sumber: Bola.net

Pos Terkait