Tim Kampanye Basuki-Djarot Serahkan Urusan Pengamanan ke Polisi

DetikSport Jakarta – Ketatnya pengamanan aparat kepolisian saat calon gubernur (cagub) DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan kampanye, ditegaskan Tim Kampanye Basuki-Djarot (Badja) merupakan kewenangan polisi. Anggota Tim Kampanye Badja bidang Kampanye dan Sosialisasi, Merry Hotma mengatakan pengamanan yang dilakukan terhadap Ahok di Kedoya Utara tidak dilakukan atas permintaan tim kampanye. Melainkan berdasarkan dari standar operasi prosedur (SOP) dari kepolisian sendiri. “Kita tidak pernah minta pengetatan pengamanan baik terhadap Ahok maupun Djarot. Seperti yang di Kedoya Utara, ada water canon, baracuda dan polisi dengan senjata gas air mata, bukan atas permintaan kita,” kata Merry Hotma, Kamis (10/11). Diungkapkannya, aparat kepolisian sudah mengetahui Ahok akan turun ke lapangan di Kedoya Utara. Meskipun akhirnya batal. Sehingga mereka berkoordinasi dengan kami dan KPU serta panitia pengawas pemilu (Panwaslu) untuk memberikan pengamanan kepada cagub DKI dengan nomor urut satu ini. “Mereka (polisi) koordinasi ke kami, apakah betul kalau Ahok mau kampanye ke Kedoya Utara. Dan kami bilang betul. Nah untuk teknis pengamanan kami tidak tahu. Itu diluar kewenangan kami. Makanya kami serahkan ke polisi. Jadi kalau ada pengetatan pengamanan untuk Pak Ahok, yang ngatur teknisnya aparat kepolisian,” terangnya. Adanya pengetatan pengamanan Ahok, menurutnya, sudah berdasarkan pada SOP dari kepolisian untuk pengamanan pasangan calon (paslon) yang sudah resmi menjadi peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. “Itu sudah SOP dari kepolisian,” ujarnya. Seperti diberitakan, Basuki rencananya berkampanye di kawasan Kedoya Utara, Jakarta Barat, Kamis (10/11). Namun, Basuki tidak jadi datang karena adanya penghadangan dari sekelompok warga. Kendati demikian, sebelum Basuki datang, pengamanan kepolisian di lokasi begitu ketat. Di depan sebuah gang di Jalan Kedoya Raya yang dikabarkan menjadi lokasi kampanye Ahok, terlihat barisan personel kepolisian dari Brimob dan Sabhara Polda Metro Jaya. Mereka terlihat mengenakan peralatan lengkap seperti helm, pelindung tubuh, tameng, pentungan, dan senjata laras panjang. Tiap polisi juga dilengkapi dengan 10 tabung gas air mata. Barisan polisi terlihat memanjang hingga 150 meter. Di belakang polisi juga terlihat aparat gabungan berjaga. Selain itu, terlihat pula polwan berjilbab yang berjaga. Tak hanya itu, di sebuah lahan kosong terlihat mobil barracuda dan water cannon. Lenny Tristia Tambun/CAH BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait