Tugas Berat Menanti Ketua Umum Baru PBSI

DetikSport Jakarta – Tugas berat menanti kepengurusan baru Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2016-2020. Pasalnya, Ketua Umum PBSI baru, Wiranto, akan dihadapkan dengan target berat yang dibebankan oleh pemerintah untuk Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020. Wiranto terpilih secara aklamasi setelah petahana Gita Wirjawan mengundurkan diri di detik-detik terakhir dalam pemilihan ketua umum yang berlangsung di Surabaya, Senin (31/10). Pemerintah mengharapkan bulutangkis bisa menjadi cabang andalan meraih medali lebih banyak di Asian Games 2018 sekaligus mempertahankan tradisi emas pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Sosok Wiranto pun diharapkan dapat fokus dengan target tersebut. “Saya akan membuat kepengurusan dalam organisasi yang solid untuk bisa bekerja meski ada kesibukan di bidang lain. Dengan kepengurusan yang solid, pasti bisa menghasilkan strategi yang jitu, hingga bisa menghasilkan prestasi yang baik,” ujar Wiranto dalam keterangannya yang diterima Senin (31/10) malam. Menurut dia, cita-citanya sama dengan kepengurusan sebelumnya yakni bisa memperbanyak juara dunia yang juga menjadi impian berbagai pihak. Kepengurusan PP PBSI yang baru siap memunculkan juara-juara baru dpen itu merupakan tugas rumah organisasi yang harus solid guna mewujudkan target. Pada saat pengumuman hasil verifikasi suara untuk pencalonan ketua umum yang dilakukan oleh Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, Fuad Basya, ditetapkan jumlah sebanyak 18 pengprov memberikan dukungan untuk Gita ternyata hanya 12 suara yang memenuhi persyaratan. Ada enam pengprov yang mencabut dukungan, yakni Aceh, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara yang memang tidak memenuhi syarat, sebab surat dukungan hanya ditandangani sekretaris. Sementara Wiranto, dari 19 dukungan Pengprov yang memenuhi syarat 18 dukungan. Satu dukungan dari Kalimantan Utara dinilai tidak sah, karena surat dukungan tidak sesuai dengan surat PP PBSI tentang tim penjaringan dan penyaringan bakal calon Ketua Umum PBSI. Hendro D Situmorang/JAS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu

Pos Terkait