Dortmund Kecewa Dipaksa UEFA Segera Tanding Usai Dibom

Pelatih Borussia Dortmund, Thomas Tuchel, mengkritik keputusan UEFA yang menjadwal laga tunda kurang dari 24 jam. Padahal skuat Dortmund masih dalam pemulihan mental setelah mengalami serangan bom.

Dortmund awalnya dijadwalkan akan menjamu AS Monaco di Signal Iduna Park di leg pertama perempatfinal Liga Champions, Rabu dinihari 12 April 2017.

Namun laga terpaksa ditunda setelah bus tim Dortmund terkena ledakan diduga bom, satu jam sebelum laga digelar. Insiden ini membuat satu pemain Dormund terluka.

Laga pun terpaksa diundur. Tapi sayangnya, laga tunda digelar kurang dari 24 jam dari insiden Yaitu Rabu malam. Inilah yang membuat pelatih Dortmund kecewa.

“Ada beberapa pemain yang dengan mudah mengatasi situasi yang terjadi. Tapi ada juga pemain yang masih cemas,” kata Tuchel, seperti dilansir Soccerway, Kamis 13 April 2017.

“Kami berharap bisa mendapat waktu lebih untuk bisa menerima insiden ini. Tapi ada pihak di Swiss (FIFA) yang memutuskan kami harus segera bermain,” keluhnya.

Tuchel menilai pihaknya tidak diperlakukan dengan adil. Sebab, meski pemain profesional, namun para pemainnya tetap manusia yang punya rasa takut dan cemas.

“Para pemain pasti memulai pertandingan dengan perasaan aneh. Kami dibiarkan merasa tidak ditolong dengan keputusan ini,” kata Tuchel menjelaskan.

Kondisi inilah yang disinyalir mempengaruhi performa Dortmund, yang akhirnya takluk 2-3 dari AS Monaco di laga ini. Meski demikian, Dortmund punya kesempatan membalas di leg kedua pekan depan.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : VivaNews.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *