Drama VAR, Spanyol dan Portugal Lolos ke 16 Besar

Spanyol dan Portugal lolos ke babak 16 besar setelah masing-masing menjalani pertandingan yang cukup dramatis hingga injury timedalam pertandingan terakhir Group B, Senin (25/6) malam waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.

Spanyol selamat dari kekalahan berkat gol injury time dan menahan imbang Maroko 2-2, sementara dalam pertandingan terpisah kemenangan Portugal yang sudah di depan mata buyar setelah Iran mampu menyamakan kedudukan 1-1 juga dalam injury time.

Hasil imbang sudah cukup membawa dua tim Eropa itu lolos ke babak selanjutnya, masing-masing mendapat 5 poin dengan Spanyol sebagai juara group.

Drama VAR
Gol-gol penentu dalam dua pertandingan itu harus melibatkan campur tangan asisten wasit video atau video assistant referee (VAR) di tengah suasana panas dari masing-masing kubu.

Di Stadion Kaliningrad, Iago Aspas mencetak gol indah dengan tumitnya di menit 90+1 namun wasit menganggap telah terjadi offsidesehingga memicu protes dari Spanyol. Kemudian dilakukan review oleh tim VAR dan akhirnya gol itu disahkan, sehingga hasilnya 2-2. Giliran para pemain Maroko yang melakukan protes.

Pada saat bersamaan, drama akibat VAR juga terjadi di Mordovia Arena, Saransk, ketika Iran mendapat hadiah penalti berkat masukan dari tim VAR.

Umpan silang Iran diterima Sardar Azmoun dan bola membentur tangan bek Portugal Cedric Soares yang sedang melompat hendak menyundul bola. Setelah review oleh tim VAR, wasit memberi hadiah penalti, meskipun terlihat handball itu tidak disengaja.

Ansarifard sukses mengeksekusi penalti menit 90+3 untuk menyamakan kedudukan 1-1.

Situasi sangat genting bagi Portugal terjadi di menit terakhir injury time (90+6) ketika pemain Iran mendapat peluang emas di mulut gawang, yang akhirnya bola hanya melebar.

Portugal unggul lebih dulu di penghujung babak pertama lewat tendangan melengkung yang cantik dari Ricardo Quaresma. Peluang di depan mata untuk menambah keunggulan lepas begitu saja setelah tendangan penalti Ronaldo bisa diselamatkan kiper Iran Ali Beiranvand di awal babak kedua.

Hadiah penalti untuk Portugal itu juga diberikan berkat rekomendasi dari tim VAR. Ronaldo diganjal oleh Morteza Pouraliganji dan wasit menunjuk titik putih setelah mengamati siaran ulang VAR.

Tim VAR kembali dilibatkan ketika Ronaldo dinilai melakukan pelanggaran terhadap Pouraliganji. Tangan Ronaldo terlihat mengenai wajah pemain Iran itu. Setelah pengamatan video yang panjang karena pelanggaran itu berpotensi kartu merah langsung, wasit akhirnya hanya memberi kartu kuning.

Spanyol sudah tertinggal di menit ke-14 oleh gol Khalid Boutaib, tetapi bisa menyamakan kedudukan lima menit kemudian oleh sepakan Isco, buah kerjasama dengan Andres Iniesta dan Diego Costa.

Menit ke-81, Youssef En Nesyri kembali membawa Maroko unggul dan mereka nyaris memetik kemenangan pertama dalam Piala Dunia kali ini sebelum terjadinya gol Aspas.

Spanyol menjadi juara Group B berkat produktivitas gol yang lebih baik, dan akan bertemu runner-up Group A, Rusia. Portugal akan menghadapi juara Group A, Uruguay.

 

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : BeritaSatu.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *