Duel Turki di Laga AS Roma Kontra AC Milan

Duel Serie A 2017/18 antara AS Roma dan AC Milan di Stadion Olimpico, Senin (26/2) dini hari bakal terasa manis. Duel ini melibatkan dua pemain Turki, Cengiz Ünder dan Hakan Calhanoglu, yang bersaing untuk kembali menunjukkan performa impresifnya.

Cengiz Ünder sedang menjadi fenomena. Pemuda berusia 20 tahun itu belakangan tampil bagus. Ünder selalu mencetak gol pada empat penampilan terakhirnya bersama AS Roma. Ünder mencetak lima gol dari empat penampilan tersebut.

Saking fenomenalnya, Cengiz Ünder dijagokan akan meraih Ballon d’Or pada 2023. Bursa taruhan meyakini Ünder akan mengakhiri dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di penghargaan pemain terbaik dunia tersebut lima tahun lagi.

Bagaimana Cengiz Ünder bisa menjadi fenomenal seperti sekarang? Eusebio Di Francesco, pelatih AS Roma melihat Ünder terus berkembang sejak bergabung dari ?stanbul Ba?ak?ehir pada Juli 2017 lalu.

“Sejak datang dia lebih bermain untuk tim daripada individual. Kekuatan terbaiknya adalah bisa menyiapkan tendangannya dalam kecepatan tinggi, membuat dia sulit untuk ditutup,” ujar Di Francesco kepada Mediaset Premium.

Impresifnya Ünder juga tidak luput dari tangan dingin Eusebio Di Francesco. Ünder bisa melihatkan potensi besarnya sejak Di Francesco mengubah formasi AS Roma dari 4-3-3 ke 4-2-3-1. Cengiz Ünder beroperasi di sisi kanan dari tiga gelandang menyerang AS Roma.

“Justru filosofi yang lebih berhasil daripada sistem 4-2-3-1. Kami menekan sektor tengah tim lebih ke depan,” jelas Di Francesco.

Di kubu AC Milan, Hakan Calhanoglu juga mulai menunjukkan kepantasannya mengenakan seragam Rossoneri. Calhanoglu sempat kesulitan menunjukkan potensinya di era kepelatihan Vincenzo Montella. Situasi berubah bagi gelandang kelahiran Jerman itu sejak kedatangan Genarro Gattuso.

Hakan Calhanoglu mengatakan perkembangannya terjadi karena perubahan formasi bermain AS Roma. Eks penggawa Bayer Leverkusen itu juga menyebut kemampuan manajerial manusia Gattuso turut berpengaruh.

“Semua anggota tim berkembang menurut saya. Namun sejujurnya, saya tidak mengira Hakan berkembang pesat. Dia masih 24 tahun, saya sangat menyukai dia dan dia membuat saya terkesan,” ujar Gattuso dikutip dari Goal.

“Saya tidak mengira ternyata dia sungguh pemain yang komplet,” imbuh Gattuso.

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *