Guardiola Akui Lepas Joe Hart adalah Keputusan Tersulit Kariernya

Selama dua musim menangani Manchester City, Pep Guardiola sudah mendatangkan dua kiper untuk menggantikan Joe Hart sebagai kiper utama Man City.

Pada musim perdananya, Guardiola membeli Claudio Bravo dari Barcelona. Kemudian, pada awal musim ini, Ederson Moraes dari Benfica datang dengan “mahar” sekitar Rp 606 miliar.

Menurut Guardiola, menomorduakan Joe Hart adalah keputusan terberat selama karier kepelatihannya.

“Itu adalah keputusan paling berat yang pernah saya buat. Namun, saya di sini untuk membuat keputusan, kadang bagus dan kadang tidak,” kata Guardiola dikutip dari Football 365.

Meskipun begitu, Guardiola menjelaskan bahwa peluang Joe Hart untuk kembali berseragam biru langit masih terbuka lebar.

“Dia adalah seorang profesional yang luar biasa ketika kami bersama dan tidak ada keraguan tentang kualitasnya. Dia adalah pemain kami dan kami akan berbicara dengan klub untuk mengambil keputusan yang tepat untuknya,” ujar pelatih asal Spanyol ini.

Sejak bergabung dari Birmingham pada tahun 2009, Joe Hart merupakan salah satu aktor kesuksesan Man City. Joe Hart membantu The Citizens meraih dua gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dan dua Piala Liga.

Namun, sejak kedatangan Guardiola, Joe Hart sudah dua kali berpindah klub dengan status pinjaman.

Pada musim 2016-2017, Joe Hart harus pindah ke Italia untuk memperkuat Torino. Semusim kemudian, kiper berusia 31 tahun ini dipinjamkan ke klub London, West Ham United.

Sejak kedatangan Guardiola, penampilan Joe Hart di kedua tim tersebut juga tidak terlalu baik. Bahkan, Joe Hart juga terancam kehilangan satu tempat di skuad Inggris pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Kompas.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *