Indonesia juara kali ini -atau sekadar spesialis runner-up?

Para penggila bola Indonesia menanti hasil final AFF 2016 di Bangkok malam ini dengan harap-harap cemas: sudah empat kali timnas Indonesia melaju ke final dan selalu gagal -apakah tim Garuda dikutuk untuk jadi spesialis runner-up, atau kali ini pulang dengan piala?

Predikat spesialis runner up, alias juara kedua, alias finalis yang dikalahkan dan hanya membawa pulang medali, juga sejauh ini melekat pada pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl.

Mantan ujung tombak Austria yang pernah empat kali memperkuat timnas Austria itu sudah bekali-kali membawa timnya yang berbeda-beda ke final AFF, dan final regional Asia tenggara lainnya, namun dengan hasil sama: kalah di pertandingan akhir.

Saat menangani Vietnam, Riedl pertama kali kalah di final AFF 1998, padahal bermain di kandang sendiri, mengahadai Singapore yang di atas kertas jauh lebih lemah.

Setahun kemudian, ia kalah lagi di final SEA Games 1999. Ia kembali kalah di final, kali ini King’s Cup 2006. Menukangi Vietnam, U-23, sami mawon: kalah di final SEA Games 2003 dan 2005.

Dengan timnas Indonesia, ini merupakan final AFF yang kedua bagi Riedl, setelah menjadi runner up tahun 2010.

Saat itu, di laga kedua final di Jakarta, Indonesia menang 2-1, namun tak cukup bagi Garuda untuk mengangkat trofi, karena di laga pertama di Kuala Lumpur Indonesia takluk 0-3.

Sebelum final 2010 itu, Indonesia juga kalah di final 2000, 2002 dan 2004.

Jadi bagaimana peruntungan tim nasional Indonesia yang spesialis runner-up sejauh ini, yang ditangani pelatih yang juga spesialis runner up?

Tentu saja rekor itu hadir untuk dipecahkan, dan selalu ada kesempatan untuk mengubah beruntungan dan menciptakan catatan baru.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : TribunNews.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *