Kemenangan Pertama Ronald Koeman Napas Baru Belanda

Kemenangan 3-0 atas Portugal menjadi fondasi penting bagi Ronald Koeman dalam membangun kekuatan baru Belanda.

Ronald Koeman akhirnya berhasil memetik kemenangan pertama sebagai pelatih timnas Belanda setelah mengalahkan Portugal 3-0 langsung dalam laga uji coba di Genewa, Senin (26/3) malam.

Kemenangan ini memberikan napas baru bagi Oranje yang sedang membangun periode baru setelah kegagalan melangkah ke Piala Dunia 2018. Penampilan Belanda belum sempurna, tetapi mengalami peningkatan setelah dikalahkan Inggris 1-0 tiga hari sebelumnya.

Koeman menyadari kekalahan itu terjadi bukan karena kelemahan lini belakang, melainkan lini tengah. Belanda mampu menciptakan sejumlah peluang serta meminimalisir kesempatan lawan. Namun, Oranje tidak mampu mengonversinya menjadi gol, sedangkan Jesse Lingard berhasil mempersembahkan satu-satunya gol bagi kemenangan The Threee Lions.

Sejumlah perubahan dilakukan Koeman. Formasi diubah dari 3-4-3 menjadi 5-3-2. Jasper Cillessen kembali diturunkan sebagai penjaga gawang menggantikan Jeroen Zoet, sesuai yang dijanjikannya sebelum melawan Inggris. Sementara, Kenny Tete dan Tonny Vilhena diberi giliran Hans Hateboer dan Patrick van Aanholt sebagai bek sayap kanan dan kiri.

Stefan de Vrij diistirahatkan, digantikan oleh Nathan Ake. Di tengah, posisi Kevin Strootman digantikan oleh Davy Propper; sedangkan Quincy Promes digantikan Donny van de Beek. Di depan, Ryan Babel mengisi posisi Bas Dost.

Hanya empat pemain yang tetap dipercaya menjadi pemain inti, yaitu Virgil van Dijk, Matthijs de Ligt, Georginio Wijnaldum, dan Memphis Depay. Dari susunan pemain yang diturunkan ini, kelihatannya Koeman sudah memiliki fondasi tim. Belanda tetap tampil didominasi Portugal, tetapi berhasil mengonversi tiga dari empat peluang bersih yang didapat sepanjang 90 menit.

Peningkatan Belanda paling mencolok adalah jarak antarpemain. Posisi para pemain dikoordinasi sedemikian rupa sehingga selalu ada pemain yang bebas untuk menerima bola. Seluruh gol Belanda membuktikan hal ini.

Saat menguasai bola, Propper senantiasa turun ke lini belakang untuk membantu jadi jembatan distribusi bola. Menariknya, selain menambah jaminan keamanan, salah satu dari tiga bek tengah Belanda diizinkan naik ke depan untuk menjadi pemain ekstra yang membantu serangan. Taktik itu seperti terinspirasi peran Koeman semasa masih aktif bermain dulu.

Fungsi itu masih gagap dimainkan Ake sehingga sektor kiri Belanda seperti tidak menggigit sama sekali. Sebaliknya, De Ligt menikmatinya. Bek muda 18 tahun ini berkali-kali membantu Tete dan Van de Beek di sektor kanan. Dua assist sekaligus berhasil disumbangkan oleh De Ligt.

Proses gol pertama diawali kontribusi Van Dijk yang berada di area pertahanan lawan. Umpan terobosan sang kapten dimanfaatkan Tete untuk memberi bola ke Van de Beek. Berada tanpa kawalan, gelandang 20 tahun itu memberikan umpan yang berhasil dimanfaatkan Memphis.

Gol kedua yang dicetak Babel, melibatkan 15 operan tanpa putus, juga dimulai di sektor kanan. Kali ini De Ligt mengambil inisiatif melakukan overlap. Umpan silangnya diselesaikan dengan mudah oleh Babel, yang lagi-lagi berdiri tanpa dijaga satu pun bek Portugal. Sebelum jeda, De Ligt kembali memberikan assist guna membantu Van Dijk menciptakan gol pertamanya di level internasional.

Penampilan seperti itu, ditambah dengan keberhasilan mematikan ancaman Cristiano Ronaldo, menjustifikasi bahwa De Ligt benar-benar layak menjadi incaran serius Barcelona musim panas nanti.

“Benar-benar kemajuan pesat,” puji Koeman terhadap penampilan De Ligt. “Baik saat melawan Inggris maupun malam ini. Dia bisa memainkan bola dan tampil lebih baik ketimbang Jumat lalu. Kami sudah berdiskusi tentang apa yang kami inginkan darinya di atas lapangan.”

Tidak berarti semuanya berjalan baik. Koeman masih perlu meningkatkan performa Belanda. Di babak kedua, sama sekali tidak ada tendangan ke arah gawang yang berhasil dilepaskan para pemainnya. Padahal, Portugal bermain dengan sepuluh orang sejak menit 61 menyusul kartu kuning kedua untuk Joao Cancelo.

Koeman juga harus berterima kasih kepada Cillessen yang tampil gemilang. Sebanyak enam penyelamatan dilakukan kiper cadangan Barcelona itu. Sebuah peluang lain yang didapat Andre Silva pada pengujung laga berhasil diblok oleh Van de Beek di muka gawang.

“Jelas kami mampu bermain baik dan kami menampilkannya di babak pertama. Babak kedua berjalan lebih sulit, tapi tim kami masih muda dan masih harus belajar bagaimana bermain lebih baik,” tukas Van Dijk kepada Veronica.

Setidaknya, kemenangan tiga gol atas Portugal, yang tak pernah mampu mereka taklukkan sejak 1991, menjadi modal berharga Belanda menghadapi kualifikasi Euro 2020.

“Fondasi pertama sudah kami bangun,” pungkas Koeman.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Goal.com ID

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *